MEDAN
Beranda » Bermodal Rp70 Ribu, Muhammad Ja’far Hasibuan Penemu Biofar SS Tembus Panggung Dunia

Bermodal Rp70 Ribu, Muhammad Ja’far Hasibuan Penemu Biofar SS Tembus Panggung Dunia

tigasisinews.id, MEDAN | Berawal dari kesederhanaan dan keberanian merantau dengan bekal hanya Rp70.000, Muhammad Ja’far Hasibuan mengangkat kisah perjuangannya melalui buku berjudul “Penemu Biofar SS Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia”.

Karya tersebut hadir dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-33 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), yang mengusung tema “33 and Beyond: Advancing Public Health for Global Impact”.

Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Ja’far dalam menghadapi keterbatasan ekonomi, merintis masa depan, dan memperjuangkan cita-cita hingga meraih berbagai pencapaian yang disebut membawanya dikenal di tingkat internasional.

Kisah tersebut membawa pesan bahwa latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi bukanlah alasan untuk menyerah. Dengan tekad, kerja keras, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar, seseorang dapat membuka peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ja’far saat ini tercatat sebagai mahasiswa program magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan konsentrasi Gizi Kesehatan Masyarakat di FKM USU.

Dairi Raih Predikat Informatif KI Awards Sumut 2026

Perjalanan akademiknya menjadi bagian dari upaya mengembangkan pengetahuan dan memperluas kontribusi di bidang kesehatan masyarakat

Buku Penemu Biofar SS Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia tidak sekadar mengisahkan perjalanan pribadi penulis. Karya ini juga membawa pesan tentang keberanian memulai langkah, keteguhan menghadapi tantangan, dan pentingnya mempertahankan semangat di tengah keterbatasan.

Kisah perjuangan Ja’far disebut telah menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Buku tersebut juga dikabarkan pernah dibahas dalam forum akademik di Universitas Indonesia.

Kehadiran buku ini di lingkungan FKM USU diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda agar berani bermimpi besar, mengembangkan potensi diri, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari kemewahan atau fasilitas yang lengkap.

Hendri Purba Pimpin FAI Dairi, Siap Berjuang Lahirkan Atlet Berprestasi

Keberanian mengambil peluang, kedisiplinan, dan konsistensi dalam berjuang menjadi modal penting untuk mencapai cita-cita.

Perayaan Dies Natalis ke-33 FKM USU juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan buku tersebut melalui bazar yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 28–29 Oktober 2026.

Dengan harga Rp100.000 per paket, pengunjung akan mendapatkan buku fisik bertanda tangan langsung dari penulis beserta sejumlah perlengkapan pendukung.

Paket tersebut mencakup buku catatan berjilid spiral, tas belanja berbahan kain yang ramah lingkungan, pulpen eksklusif, serta botol air minum.

Penawaran ini menggabungkan buku inspiratif dengan perlengkapan yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Sairon Sinaga Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PPTSB Indonesia 2026–2030

Panitia menyediakan kuota bagi 200 pembeli pertama. Karena itu, masyarakat yang berminat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut selama persediaan paket masih tersedia.

Bazar buku Penemu Biofar SS, Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia dijadwalkan berlangsung pada:

Hari/tanggal: Rabu–Kamis, 28–29 Oktober 2026, Waktu: Pukul 10.00–17.30 WIB, Lokasi: Parkiran Dosen FKM USU, Jalan Universitas Nomor 32, Padang Bulan, Medan Baru, Kota Medan

Harga paket: Rp100.000, Kuota: 200 pembeli pertama. Informasi WhatsApp 0811-607-1127.

Melalui momentum Dies Natalis ke-33 FKM USU, buku ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan perjalanan hidup penulis, tetapi juga sumber motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berani menghadapi tantangan, dan menciptakan perubahan positif.

Kisah yang berangkat dari bekal Rp70.000 tersebut membawa satu pesan penting, keterbatasan bukan akhir dari perjalanan, melainkan dapat menjadi awal untuk membangun mimpi dan memperjuangkannya menjadi kenyataan.

Reporter : Gunawan

Editor : Dams

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement