DPM Dorong Ekonomi Lokal Dairi Lewat Kakao, Durian, dan Hilirisasi Kopi

tigasisinews.id, DAIRI – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus digencarkan. PT Dairi Prima Mineral (DPM) meluncurkan program penguatan ekonomi lokal berbasis agribisnis berkelanjutan dengan fokus pada budidaya kakao, durian, serta hilirisasi kopi di wilayah Sidikalang dan sekitarnya.

Program yang diluncurkan pada 25 April 2026 ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan Dairi. Selama ini, daerah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta berkualitas tinggi, sekaligus memiliki peluang besar dalam pengembangan kakao dan durian.

Chief Legal & External PT Dairi Prima Mineral, Radianto Airfin, mengatakan program ini mengusung pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari peningkatan kualitas budidaya hingga penguatan nilai tambah produk melalui pengolahan pascapanen.

“Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memberikan dampak nyata bagi petani kopi, kakao, dan durian,” ujarnya.

Dalam tahap awal, sebanyak 47 petani terpilih menjadi penerima manfaat. Mereka merupakan bagian dari 200 peserta program tahun sebelumnya yang dinilai memiliki komitmen tinggi. Para petani tersebut akan mendapatkan pelatihan intensif terkait teknik budidaya, pengendalian hama, hingga peningkatan kualitas hasil panen.

Tak hanya itu, perusahaan juga memberikan dukungan berupa sarana produksi seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman guna memastikan hasil yang optimal.

Program ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemerintah desa, hingga kelompok tani. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem agribisnis yang kuat dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga mendorong diversifikasi usaha tani untuk mengurangi risiko ekonomi. Di sisi lain, hilirisasi produk diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk pasar premium.

Dalam jangka pendek, program ini ditargetkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan rumah tangga petani. Sementara dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis agribisnis, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.

DPM menegaskan, program ini juga menjadi bukti bahwa sektor pertanian dan pertambangan dapat berjalan beriringan serta sama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Reporter : Uba

Editor : Dams

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *