tigasisinews.id, SIANTAR | Lembaga Advokasi Jaguar mendesak Lapas Narkotika Kelas II A Pematangsiantar segera menindaklanjuti instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terkait pemberantasan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Desakan itu disampaikan Koordinator Advokasi Jaguar, Bobby Sihite, merespons hasil audiensi bersama Kementerian Imipas dan BNN RI beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, Menteri Agus menegaskan seluruh pihak harus aktif melaporkan jika ada dugaan peredaran narkotika yang berasal dari dalam lapas maupun rutan, termasuk jika melibatkan oknum petugas.
“Jaguar berdiri di atas arahan Menteri Imipas. Kalau ada instruksi untuk memberantas narkotika sampai ke akar, maka Lapas Narkotika Siantar juga wajib mengindahkannya. Jangan sampai instruksi pusat tidak sampai ke level pelaksana,” ujar Bobby, pada Rabu (21/5/2026).
Ia menilai, mencuatnya kasus penangkapan anak magang yang menyeret nama Lapas Narkotika Siantar menjadi sinyal bahwa instruksi tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan evaluasi internal.
Menurut Bobby, evaluasi tidak bisa hanya menyasar warga binaan. Sistem pengawasan dan tata kelola di dalam lapas juga harus dibedah.
“Kalapas Narkotika Siantar, Pujiono, sebagai pimpinan punya tanggung jawab moral dan kelembagaan. Kalau ada celah, ya harus diperbaiki. Ini sesuai dengan arahan Menteri agar tidak ada pembiaran terhadap praktik narkotika di dalam lapas,” tegasnya.
Bobby juga menyoroti masih maraknya peredaran telepon genggam ilegal di dalam lapas yang diduga dipakai untuk mengendalikan jaringan narkotika dari dalam.
“Peredaran narkotika dan HP ilegal terus jadi sorotan publik. Kalau pengawasan tidak diperkuat, masyarakat akan menilai instruksi Menteri hanya berhenti di atas kertas,” katanya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah sebelumnya telah memindahkan 2.284 narapidana bandar narkotika dan warga binaan berisiko tinggi ke lapas super maximum security dengan pola _one man one cell_ dan _three men one cell_. Langkah ini diambil untuk memutus komunikasi dan jaringan yang dikendalikan dari dalam lapas.
Bobby meminta Kementerian Imipas memastikan instruksi tersebut dijalankan konsisten di Lapas Narkotika Siantar. Ia juga mendesak dilakukan audit transparan terhadap sistem pengawasan dan pengamanan.
“Kepercayaan publik hanya bisa dijaga kalau instruksi Menteri benar-benar dijalankan dan dievaluasi secara terbuka. Jangan sampai ada dusta antara pusat dan daerah,” tutup Bobby.
Reporter : Hegi
Editor : Red







