DAIRI – Eksploitasi Dolomit di sepanjang jalan nasional di kecamatan Tanah Pinem hingga perbatasan Tanah Karo dan Aceh Tenggara kian mengkhawatirkan.
Tim Tigasisi.id yang menyusuri sepanjang jalan mulai dari Pamah hingga Kuta Buluh kecanatan Tanah Pinem, Minggu (13/12/2020) terlihat alat berat menggali Dolomit yang berada di tebing di pinggir jalan. Tampak juga sekitar 7 truk bertonase besar sedang menunggu dibawahnya untuk menampung muatan.
Untuk menggali informasi lebih dalam terkait keberadaan kegiatan tersebut, tim mencoba menemui beberapa warga Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem. Marga Pinem, Ginting dan Sihaloho yang berhasil ditemui termasuk beberapa warga yang lain menjelaskan kegiatan tersebut sudah berlangsung lama bahkan sudah pernah memprotes kegiatan tersebut karena dianggap akan merusak alam dan ekosistem didalamnya.
“Dugaan besar kami, kegiatan tersebut tak ada izinnya. Kami khawatir sumber air untuk desa kami sudah pun sudah mulai terkontaminasi karena limbah dibuang ke sungai. Kami yakin eksploitasi ini dilakukan tanpa studi kelayakan”, Kata Pinem.
Pinem, Ginting dan Sihaloho menambahkan bahwa dalam kegiatan ini Pemkab dinilai tutup mata sehingga kegiatan ini bisa berjalan leluasa.
“Kami menilai selama ini Pemkab Dairi sepertinya tutup mata.Camat pun kurang bijaksana, karena kalau Camatnya bijak, gak mungkin seperti ini.Setiap hari puluhan kenderaan bertonasebesar lewat dari sini.40 ton lebih sekali jalan. Bukankah izin eksploitasi juga harus mengatongi izin dari Dinas lingkingan hidup?”, tanyanya.
” Ibarat membangun rumah haris ada IMB. Tapi ini kan tidak ada.Masa alat negara kalah?.Kami khawatir beberapa tahun kedepan keberlangsungan kehidupan di Tanah Pinem ini akan hancur akibat dampak eksploitasi ini, seperti longsor, kerusakan ekosistem” kata mereka.
Warga tersebut mengaku selama ini ekploitasi Dolomit tidak membawa pengaruh positif bagi masyarakat khususnya Tanah Pinem.
“Mungkin kami masih bisa terima ke eradaan tambang Dolomit itu apabila bermanfaat bagi masyarakat. Ini kan tidak. Masyarakat saja melihat dan tau dampak tambang tersebut, masa pemerintah tidak tau, buktinya hingga sekarang tidak ada tindakan hukum bagi pelaku eksploitasi. Bila ada bemcana, masyarakat juga yang jadi korban” keluh mereka.
Warga berharap, perusahaan atau pihak manapun yang ingin memanfaatkan sumber daya alam agar selalu memperhatikan dampak lingkungan, memiliki legalitas usaha, selain itu penambangan pun harus membawa pengaruh positif bagi kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Informasi DolomiDolomit adalah suatu mineral karbonat anhidrat yang terbentuk dari kalsium magnesium karbonat, idealnya adalah CaMg(CO₃)₂. Istilah ini juga digunakan untuk suatu sedimen batuan karbonat yang sebagian besar terbentuk dari mineral dolomit.
Eksploitasi yang berarti politik pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap sesuatu subyek eksploitasi hanya untuk kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangan rasa kepatutan, keadilan serta kompensasi kesejahteraan.(tim)






