Wabup Wahyu Daniel Sagala Tegaskan Pelayanan Prima ASN, 18 Puskesmas Dairi Resmi Berstatus BLUD

Wabup Dairi Wahyu Sagala saat upacara Hari Kesadaran Nasional, Jumat (17/4/2026). (ist)
Wabup Dairi Wahyu Sagala saat upacara Hari Kesadaran Nasional, Jumat (17/4/2026). (ist)

tigasisinews.id. DAIRI – Komitmen peningkatan pelayanan publik kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Dairi. Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan dedikasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat membacakan sambutan Bupati dalam upacara Hari Kesadaran Nasional, Jumat (17/4/2026). Momentum ini disebutnya sebagai saat yang tepat untuk memperkuat kembali nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, terutama dalam hal orientasi pelayanan.

“ASN harus selalu hadir untuk masyarakat, memberikan layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas, serta terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Dairi juga mengambil langkah strategis dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada 18 kepala puskesmas. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Wahyu menjelaskan, penerapan BLUD bukan sekadar perubahan administratif, melainkan upaya nyata untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih fleksibel, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Puskesmas sebagai garda terdepan harus mampu menerjemahkan semangat pelayanan ini secara nyata melalui implementasi BLUD,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa kebijakan ini berjalan sesuai regulasi yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, produktivitas, akuntabilitas, dan transparansi. Berbagai aturan pendukung pun telah disiapkan untuk menjamin pelaksanaan yang optimal.

Lebih jauh, Wahyu mengingatkan bahwa status BLUD membawa tanggung jawab besar bagi para kepala puskesmas. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pemimpin yang mengelola kinerja dan keuangan secara profesional.

“Inovasi, integritas, dan profesionalisme adalah kunci,” tambahnya.

Untuk memastikan implementasi berjalan maksimal, Dinas Kesehatan diminta melakukan pendampingan secara aktif dan terstruktur. Sementara itu, Inspektorat akan memperkuat fungsi pengawasan agar seluruh proses tetap berada pada jalur yang benar.

Menutup sambutannya, Wahyu mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Dairi untuk terus menginternalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap tugas.

Ia menegaskan, penyerahan SK BLUD ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat adalah prioritas utama.

“Ini langkah konkret menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih merata di Kabupaten Dairi,” pungkasnya.

Reporter : Uba

Editor : Dams

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *