tigasisinews.id, SIANTAR – Satu unit rumah hangus terbakar dilahap si jago merah di Gang sempit DJ Tondang, Jalan Pattimura, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pada Kamis (05/2/2026), sore sekitar pukul 16.30 wib.
Peristiwa itu terjadi diduga bermula dari aktivitas bakar sampah yang lepas dari pengawasan pemilik rumah, Todos Simanungkalit. Akibatnya, rumah dan segala isinya habis terbakar dengan kerugian materil sekitar 300 Juta.
Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Sebanyak 6 unit mobil Damkar Siantar turun ke lokasi.
Personil damkar berjibaku dalam upaya pemadaman api, disamping akses menuju lokasi yang sempit dan sudah sempat dikerumuni warga yang ikut heboh atas peristiwa kebakaran itu.
Dari pantauan di lokasi, sekitar pukul 17.10 wib personil damkar berhasil memadamkan api.
“Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. Antara lain, televisi, kulkas, mesin cuci, pakaian dan perabotan rumah tangga lainnya. Kerugian diperkirakan Rp 300 juta,” tutur Kasi OPS Damkar Siantar Remaja Ginting SH, dilokasi kebakaran.
Maka itu, Remaja mengimbau agar masyarakat turut ikut serta dalam upaya pencegahan kebakaran dan bahaya api di lingkungan sekitar, terkhusus saat meninggalkan rumah.
“Kita mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat meninggalkan rumah,” pungkas Remaja.
Sebelum peristiwa kebakaran itu terjadi, Kepala Dinas (Kadis) Damkarmat Siantar, Herri Okstarizal saat dikunjungi awak media di kantornya, pada Rabu (04/2/2026) menyebutkan perlunya Hidran kebakaran diaktifkan.
” Sudah saya sampaikan ke Direksi PDAM agar hidran diadakan di setiap wilayah, terkhusus di daerah padat pemukiman atau jalur sempit,” ucap Herri.
Lebih jelasnya, Hidran kebakaran sangat penting dalam membantu upaya awal pemadaman api sebelum unit mobil damkar dapat tiba dilokasi.
“Kalau hidran ini sudah ada, jadi kami dalam upaya pemadaman awal bisa tinggal membawa pompa. Karena jika menunggu mobil damkar tiba, itu membutuhkan waktu sekitar 15 menit paling lama. Apalagi jalur padat pemukiman, itu mempersulit mobil menuju titik api,” terangnya.
Sehingga upaya pemadaman kebakaran di Kota Siantar dapat secepatnya dipadamkan. Maka itu Herri mengharapkan Hidran kebakaran jadi bahan pertimbangan pemerintah Kota Siantar untuk direalisasikan.
Reporter : Hegi
Editor : Red







