tigasisinews.id, DAIRI | Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum Kabupaten Dairi, berdemonstrasi di depan Mapolres Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang. Senin (13/4/2026).
Massa dari gabungan beberapa organisasi, seperti KNPI, IPK, HMI, GMNI, PMII, Pemuda Muhammadiyah, serta IPNU, melakukan unjuk rasa menyikapi berbagai persoalan hukum yang ditangani Polres Dairi, yang dinilai mandek, tidak transparan dan tak sesuai dengan prinsip keadilan.
Massa berorasi menuntut pencopotan Kapolres Dairi, AKBP. Otniel Siahaan dan dua pejabat utama (PJU), yakni Kasat Reskrim, AKP. Wilson Manahan Panjaitan dan Kasat Narkoba, IPTU. Marlon Hutapea.
“Copot Kapolres Dairi, copot Kasat Reskrim, Copot Kasat Narkoba,” teriak massa.
Koordinator aksi, Arifatullah Manik, seorang fungsionaris di KNPI, mengatakan bahwa aksi ini dilakukan atas dasar penilaian mereka, bahwasanya saat ini proses penegakan hukum di Polres Dairi berjalan buruk.
‘Hari ini kami melakukan aksi karena bobroknya sistem proses penegakan hukum yang ada di Polres Dairi. Hari,” ujar Arif.
Menurutnya, saat ini banyak laporan di Polres Dairi yang mandek.
“Kami menginginkan adanya reformasi birokrasi yang baik yang dilakukan oleh Polres Dairi,” ucapnya.
“Banyak sekali laporan-laporan yang mandek. Seorang anak polisi saja bisa mendapatkan intimidasi, apalagi kita selaku masyarakat awam,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti mengenai penanganan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Dairi.
‘Sampai hari ini kami tidak pernah melihat Polres Dairi, khususnya Sat Narkoba, menangkap seorang bandar narkoba yang sudah diketahui khalayak ramai,” ucapnya.
“Kami meminta Kapoda Sumatera Utara untuk mencopot Kapolres Dairi, Kasat Reskrim, serta Kasat Narkoba,” tambah Arif.
Sekretaris IPK Dairi, Abdi Manullang, yang juga seorang Advokad muda, mengatakan bahwa proses penegakan hukum di Polres Dairi saat ini berjalan buruk, dan cenderung tebang pilih.
“Penegakan hukum sangat bobrok di Polres Dairi. Tebang pilih terhadap orang-orang yang berperkara di Polres Dairi sangat rentan, dan belum ada perubahan sama sekali,” ujar Andi
“Kami tetap mengawal dan menunutut untuk bagaimana proses hukum di Polres Dairi bisa ditegakkan dengan maksimal, sesuai dengan keadilan,” tambahnya.
Menurut Abdi, penanganan beberapa kasus di Polres Dairi terasa janggal.
“Salah satu kasus yang hari ini kami kawal, pertama kasus bahwa seorang anak Polisi dikeroyok oleh enam orang. Enam orang yang menjadi pelaku pemukulan, kemudian keenam orang tersebut menyerahkan diri, namun dua orang karena melamar tentara dilepas,” ungkapnya.
“Yang kedua, bobroknya proses penangkapan kasus narkotika yang ada di Polres Dairi. Di Polres Dairi para pelaku pemakai narkoba ditangkap, tapi tidak bandarnya. Kemudian yang ketiga ada korban yang dianiaya kemudian dijadikan tersangka. Begitu juga dengan kasus-kasus lain yang banyak mandek dan tidak jalan karena ada kepentingan-kepentingan khusus oleh para pejabat teras di Polres Dairi,” imbuhnya.
Arih Yaksana Bancin, mewakili Pemuda Pemuda Muhammadiyah, yang juga seorang Advokad, mengatakan bahwa saat ini di Polres Dairi ada kasus yang sudah berjalan tiga bulan tanpa progres.
“Ada satu kasus yang unik. Case-nya sama, hanya locusnya berbeda. Kasus dugaan penipuan oleh salah satu oknum Direktur Perumda,” ungkap Arih.
“Di Polres Dairi ini sudah tiga bulan tidak ada progres. Sampai pelapor jenuh, cabut laporan. Sementara di Polres Pelabuhan Belawan sudah ditetapkan tersangka, sudah ditahan, dan sudah diserahkan ke Kejaksaan. Tinggal nunggu proses peradilan. Berarti kan ada perbedaan bang, dari segi kualitas, dan segi kapasitas,” tambah Arih.
Penanganan kasus narkoba di Polres Dairi juga dinilai buruk.
“Kemudian kasus narkoba. Tadi kami sudah serahkan putusan pengadilan. Ada DPO dalam dakwaan. Artinya dalam dakwaan ada DPO sudah melewati yang namanya proses tahap dua, proses lidik, sidik,” ujarnya.
“Tadi saya tanyakan, berani tidak menyebutkan, yang didengarnya dengan yang dilihatnya sama namanya. Ternyata gak berani. Katanya masih mempelajari. Kita tunggu pelajaran dari Kasat Narkoba, mudah-mudahan ada penegakan hukum. Kita cinta dengan Polri, tapi tegas, tujuannya kebermanfaatan dan keadilan,” pungkas Arih.
Reporter : Uba
Editor : Red






