Posko Covid Desa di Toba Masih Sepi Penjagaan

TOBA – Posko Covid desa yang di instruksikan akan dibuka kembali di Kabupaten Toba lewat surat edaran Bupati Nomor 440/1361/Satgas/Covid-19/2021 tentang pencegahan penyebaran corona Virus Disease -19 masih sepi aktifitas, bahkan di beberapa desa masih ada yang tertutup rapat.

Selain tertutup, beberapa posko desa  masih ada melakukan tahap rehab ringan.

Meski dalam kondisi rusak, ada juga yang akan tetap dipakai.

Di Kecamatan Uluan, Sekretaris Kecamatan Uluan Rajinus Sirait mengaku miris dengan kondisi ini.

Padahal posko-posko ini rencananya dipakai untuk membatasi dan mengidentifikasi warga yang masuk dari luar Kabupaten Toba.

“Terus terang, sangat miris saya melihat kinerja para kades yang sampai saat ini belum membuka posko desa. Pembukaan posko desa sudah dituangkan dalam surat edaran Bupati dan acara tonggo raja pun telah di ulas atau dibahas, tapi sampai sekarang posko itu masih belum dibuka juga,”  kata Rajinus, Kamis (6/05/2021).

Rajinus mengaku pihaknya akan menegor para kepala desa yang tidak mengindahkan aturan atau surat edaran Bupati. 

Ia meminta para gugus tugas tiap desa  berperan aktif melakukan pengawasan baik acara pesta maupun acara yang bersifat menimbulkan keramaian.

Gugus tugas desa harus tetap  mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Para kades yang bandel dan tidak mematuhi surat edaran Bupati terkait pencegahan covid akan segera kita tegor. Gugus tugas desa, kita minta berperan aktif melihat situasi daerah masing masing,” ujarnya, diamini kasie PMD Winra Marpaung.

Terkait posko desa Dolok Saribu Janji Matogu yang tertutup.  Kades Hasiholan Dolok Saribu ketika dimintai konfirmasinya melalui telepon selulernya tidak menjawab.

Pantauan dilapangan, selain Posko desa Dolok Saribu Janji Matogu, beberapa posko desa lainya di kecamatan Uluan juga belum dijàga, seperti posko desa Partoruan Janji Matogu, Sibuntuon, Marom, Sigaol Timur, Sigaol Barat, Siregar Aek Nalas.

Berbeda dengan Posko desa di Lumban Holbung, meski telah dibuka serta ada penjagaan, tapi belum efektif karena petugas jaga masih belum melakukan pemeriksaan ketat untuk kendaraan roda empat yang datang dari luar kabupaten. 

Sedang posko desa lumban Binanga dan desa Parhabinsaran Janji Matogu masih melakukan rehab ringan sehingga identifikasi warga yang masuk ke wilayahnya berasal dari luar kota belum  dilakukan. (James Sirait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *