tigasisinews.id, DAIRI — Suasana hangat dan penuh makna mewarnai pertemuan antara Bupati Dairi, Vickner Sinaga, dengan jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Dairi, Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju Konferensi Luar Biasa, menyusul berakhirnya masa kepemimpinan pengurus sebelumnya yang dipimpin Jolenta Haloho sejak 2024.
Bertempat di ruang rapat Bupati, agenda ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Staf Ahli Bupati Ruspal Simarmata, Kepala Dinas Pendidikan Jaspin Sihombing, serta sejumlah pengurus PGRI dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Fokus utama pembahasan adalah pembentukan kepengurusan baru periode 2025–2030.
Namun, pertemuan ini bukan sekadar membicarakan struktur organisasi. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi dunia pendidikan di Kabupaten Dairi.
Dalam arahannya, Bupati Vickner Sinaga menyoroti pentingnya jiwa kepemimpinan (leadership) yang adaptif dan visioner di kalangan guru, terutama di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin—baik di ruang kelas maupun di tengah masyarakat. Kepemimpinan itu harus mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Konferensi Luar Biasa mendatang harus menjadi momentum pembaruan, bukan hanya pergantian kepengurusan semata. Regenerasi di tubuh PGRI, menurutnya, harus melahirkan figur-figur berintegritas, berkomitmen tinggi, serta berani berinovasi.
Lebih jauh, Vickner menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan berbasis keteladanan. Menurutnya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi meniru apa yang kita lakukan. Di situlah letak kepemimpinan sejati seorang guru,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai jembatan informasi kepada masyarakat terkait berbagai program pembangunan pemerintah.
Menutup arahannya, Bupati kembali menegaskan kemuliaan profesi guru, sekaligus mengajak seluruh pendidik untuk terus menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam setiap aspek kehidupan.
“Guru adalah profesi mulia. Karena itu, milikilah jiwa kepemimpinan itu,” pungkasnya.
Reporter : Uba
Editor : Dams













