Ness Restobar & Pool Sediakan Ruang Khusus Karoke Biliar Sambil Dilayani Wanita Muda, Dunia Pendidikan Siantar Terancam

Tampak depan Ness Restobar dan Premium Pool Kota Pematangsiantar. (Hegi)

tigasisinews.id, SIANTAR – Tempat usaha/bisnis biliar kini sedang berkembang pesat di wilayah Kota Pematangsiantar. Salah satunya yaitu Ness Restobar dan Pool Billiard yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan.

Tempat usaha ini diketahui sudah beroperasi belum ada sampai satu tahun. Di Ness Restobar dan Pool, selain menyewakan meja tempat bermain biliar, juga disediakan minuman beralkohol dan musik DJ.

Dilansir dari penelurusan awak media tigasisinews.id dan media online bentengtimes.com beberapa waktu lalu dari dalam lokasi Ness yang berdiri bangunan ruko tiga lantai itu, keberadaan tempat minuman beralkohol serta music DJ berada di lantai satu.

Kemudian di lantai dua terlihat beberapa meja biliar type Nineball dan di lantai tiga ada ruangan khusus atau VIP yang bisa karaoke sambil bermain biliar.

Kepada konsumen yang menggunakan ruangan khusus itu, Nes memberikan fasilitas berupa ditemani satu perempuan muda. Harganya jutaan Rupiah untuk beberapa jam. Pintu ruangan khusus itu juga dijaga karyawan Nes.

Kepada pengguna ruang khusus itu akan mendapatkan fasilitas berupa seorang wanita muda untuk melayani segala keperluan saat berada di dalamnya. Berupa pelayanan memasang bola biliar dan menemani karaokean sambil makan minum.

Harganya ruang khusus itupun fantastis, hingga jutaan rupiah untuk durasi beberapa jam. Pintu ruang khusus sebanyak 2 unit itu pun dijaga ketat oleh karyawan Ness.

“Nggak ada yang bisa masuk ke dalam (ruangan VIP). Ada yang jaga di luar,” kata salah seorang karyawan Nes, dihimpun dari hasil investigasi di lokasi waktu lalu.

Karyawan itu juga mengungkapkan bahwa penambahan wanita muda untuk menemani konsumen di dalamnya dikenakan tambahan biaya.

“Satu perempuan yang menemani. Kalau mau tambah, bayar lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, Nes juga sering beroperasi hingga pukul 04.00 WIB subuh hari, jika para konsumen masih menikmati fasilitas yang ada disediakan Ness Restobar dan Pool Billiard dilokasi.

“Mau sampai jam 3, jam 4 pagi buka ini,” ungkap karyawan tersebut.

Sementara itu, pihak Manajemen Nes Restobar & Premium Pool belum memberikan tanggapan, terkait dugaan bisnis prostitusi terselubung dikabarkan ke tempat usahanya itu, sampai pemberitaan ini diterbitkan.

Awak media Bentengtimes.com sudah mencoba mengkonfirmasi langsung pihak manajemen Ness berinisial S, bermarga Silalahi melalui pesan WhatsApp yang dilayangkan ke nomor pribadi S, pada Sabtu (29/11/2025).
Namun pesan itu belum mendapatkan jawaban.

Menindaklanjuti atas dugaan tempatĀ  prostitusi terselubung dengan modus ruang khusus atau VIP di Ness. Masyarakat setempat dapat dimintai tanggapannya, mengaku sangat terkejut mendapati informasi miring beredar dilingkungan pemukiman tempat tinggalnya.

” Kok jadi gini usaha usaha di kampung kami ini. Simpang empat ini dikenal dengan kulinernya dan termasuk wilayah pendidikan juga,” tutur warga bernama Hendra Ginting, yang juga ketua pemuda Gabungan Simpang Empat Sekitarnya (Gasimse), pada Minggu (30/11/2025).

Lebih jelasnya, diwilayah sekitar bundaran Adipura simpang empat Kota Pematangsiantar, diketahui ada beberapa sekolah-sekolah ternama yang berdiri. Sebab itu banyak terdapat tempat tempat kos untuk para siswa dari luar kota datang ke Siantar untuk menimba ilmu.

“Kami selaku pemuda sini bukan tidak mau berkembang dan maju kampung kami ini. Tapi jangan lah pulak yang berkembang negatifnya, dengan kehadiran usaha usaha seperti ini, menyediakan tempat ruangan khusus, patut diduga menjadi area privat dan bebas itu,” Jelasnya.

Pemuda Gasimse itupun mengharapkan perhatian khusus dan serius dari pemerintah kota melalui dinas terkait, agar dapat mengevaluasi ulang akan keberadaan tempat usaha tersebut.

” Kiranya pemerintah dapat mengoreksi ulang untuk penetapan Ijin tempat usaha itu. Tempat ini sangat menghawatirkan bagi nasib para generasi muda yang sedang menimbah ilmu diwilayah ini,” tegasnya mewakili suara masyarakat setempat melalui pemuda/i.

Ia juga mengungkapkan akan dampak positif Ness terhadap lingkungan juga tidak ada, mulai dari pekerja lokal yang tak diberdayakan. Maka sudah sepatutnya ditutup, demi kebaikan bersama.

” Gak ada sama sekali orang kampung ini yang mendapat dampak positif dari situ. Toh juga nya sepi usaha itu, bilang perlu tutup demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya miras dan narkoba,” pungkasnya.

Reporter : Hegi
Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *