Jalan Usaha Tani Dibangun, Masyarakat Desa Parsaoran : Terima Kasih Pak Eddy!

Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu. (foto/ist)
Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu berbincang bersama warga desa Parsaoran, Kecamatan Sumbul. (foto/ist)

tigasisinews.id, DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu meninjau pembukaan Jalan Usaha Tani Dusun Parsaoran Desa Pegagan Julu VII, Kecamatan Sumbul, Senin (29/1/2024). Diketahui, jalan usaha tani tersebut sepanjang 1500 meter dengan lebar jalan 5 meter.

Sambil bercengkrama bersama masyarakat, Eddy Berutu mendapat informasi dari masyarakat bahwa Jalan Usaha Tani Desa Parsaoran sudah dibangun sejak Tahun 2019, namun terbengkalai akibat adanya Covid-19. Menanggapi hal tersebut, kepada warga bupati menjelaskan bahwa itulah salah satu alasan kehadirannya dilokasi tersebut untuk melanjutkan pembangunan.

“Ya, Saya bersama masyarakat sudah melihat perbaikan jalan usaha tani dari Dusun Simondor-ondor ke Sipalipali. Saya lihat masyarakatnya sangat antusias. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungannya, sehingga jalan ini dapat dilanjutkan pembangunannya. Saat ini telah dilakukan pembersihan jalan,” ucapnya.

Dari informasi, kata bupati masyarakat menyampaikan bahwa terdapat 50 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki usaha di lahan pertanian disekitar jalan usaha tani.

“Ini jalan melingkar dengan letak yang strategis untuk masyarakat. Dengan adanya jalan ini tentu sangat memudahkan pengangkutan hasil pertanian. Memang pertanian tulang punggung ekonomi kita. Ini alasan saya sangat konsen kepada sektor pertanian. Kita terus dorong agar dapat mensejahterahkan petani,” katanya.

Atas perhatian tersebut, Jimot Simarmata salah. Satu warga Desa Parsaoran, menyampaikan rasa terima kasih atas pembukaan jalan usaha tani menuju perladangannya.

“Disini kami menanam jeruk, kopi, markisa, dan palawija untuk kehidupan kami di desa ini. Dengan diperbaikinya jalan ini, kami jadi lebih semangat. Kami melihat ada kemajuan bagi petani. Dan atas kedatangan bapak, kami sangat senang. Kami merasa sangat diperhatikan oleh Bapak,” katanya.

Sebelumnya, kata Jimot, petani setempat mengangkut hasil panennya menggunakan kereta (motor). Karena kondisi jalan yang rusak, maka hasil panen yang diangkut bisa rusak hingga 50% setelah tiba di rumah.

” Sekarang jalan sudah dibuka, akses jadi lancar, dan kami bisa angkut hasil panen menggunakan kendaraan roda empat. Kami sangat-sangat berterimakasih kepada Bupati dan jajarannya,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Valrum Sinaga, warga Desa Pegagan Julu VII.

“Kamis sangat berterimakasih. Semoga kita semua sehat. Kami bermohon kepada petugas dari Dairi agar lebih memperhatikan desa kami, terutama jalan kami. Dengan adanya jalan ini maka kehidupan kami lebih terfokus. Kami sangat menikmati. Kami berharap pertanian kami lebih maju,” ucapnya.

 

Reporter : Iwan
Editor : Ndoss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *