tigasisinews.id, SIANTAR – Perkumpulan atau komunitas anak muda Kota Pematangsiantar yang tergabung dalam komunitas mahasiswa, komunitas punk dan anak jalanan, menggelar panggung penggalangan dana misi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera.
Acara itu dirangkai bertajuk “Pray For Sumatera” yang dilandasi sebuah keinginan dari hati yang tulus dalam membantu saudara-saudara yang terdampak bencana alam. Kegiatan itu berlangsung di Cafe Lissoi Of Bagot, di Jalan Bah Kora, kecamatan Siantar Marimbun, pada Jumat (26/12/2025) malam hari.
Berbagai karya seni, mulai dari karya lukis dan penampilan musik ditampilkan dalam acara guna meraih hati para pengunjung dalam bersama peduli melalui kotak amal yang disediakan panitia acara.
Salah satu band legendaris Kota Pematangsiantar, Imorte Band turut ikut serta dalam acara sosial tersebut. Band dengan aliran ganre alternatif itu (pop, britis, blues dan lainnya) pecahkan suasana di panggung “Pray for Sumatera”.
Pantauan di lokasi acara, vokalis Imorte band meluapkan rasa kekecewaannya terhadap para pejabat pemerintah yang tak becus dalam penanganan bencana Sumatera.
Rasa diluapkannya lewat karya lagu sendiri dari Imorte Band yang berjudul – Kurang Jauh Mainmu, mengartikan para pejabat terkejut dengan kerjaan berat akibat bencana alam yang melanda Sumatera secara tiba tiba datangnya.
“Perlu banyak jauh-jauh mainnya para pejabat kita ini. Agar kedepannya situasi bencana gini gak terkejut mereka dalam penanganannya,” lontar July Chandra Pakpahan vokalis Imorte band dari atas panggung.
Tak hanya Imorte band, sejumlah band Komunitas Siantar seperti Harangan Band, radiant blue dan Jabu Habinsaran turut berpartisipasi dalam acara.
Masih Imorte, July Chandra dapat dimintai keterangan seusai manggung atas pecahnya suasana saat band legendaris ini nampil. Ia menyampaikan pesan terhadap korban bencana alam agar tetap selalu semangat, kuat dan tabah akibat dari bencana ini.
” Tak bisa ku kasih materi, hanya penampilan ini yang bisa kami beri dari Imorte untuk semagat kepada para saudara saudara kita di sana,” tutur Chandra.
Sementara itu, pengunjung di acara “Pray for Sumatera”, turut juga menyampaikan apresiasi akan diselenggarakan acara tersebut.
” Satu rasa, satu hati. Hanya bisa memberi sebagian yang kita miliki untuk mengurangi beban para korban bencana alam melalui acara yang kren seperti ini,” cetus salah satu pengunjung berpereokan rambut panjang kulit hitam (anak pantai).
Kegiatan itupun berjalan dengan lancar dan kondusif. Suasana haru dalam kebersamaan tercipta di lokasi acara.
Reporter : Hegi
Editor : Red







