DPM Sosialisasi Dampak Kehadiran Perusahaan Tambang

DAIRI – Memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kehadiran perusahaan tambang, PT. Dairi Prima Mineral (DPM) terus melakukan sosialisasi.

Selasa, 19 May 2021 kemarin, perusahaan  kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Berempat di kantor Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Kegiatan menjelaskan kepada masyarakat terkait dampak positif maupun negatif atas kehadiran PT. DPM nantinya.

Jika perusahaan beroperasi, kehadiran PT. DPM diyakini akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ada yang tolak dan ada yang pro, itu tidak masalah, karna sekarang kita hadir disini hanya untuk mendengarkan sosialisasi dari PT. DPM,” ujar Arion Sihaloho, kepala Desa Bongkaras.

Saat membuka acara, Kepala Desa Bongkaras itu menyampaikan, bahwa dirinya selaku pemerintahan tidak berpihak terhadap masyarakat yang menolak dan menerima kehadiran PT. DPM.

Dia meminta masyarakat untuk menyampaikan langsung apa yang menjadi permintaan atau pun keinginan masyarakat terhadap PT. DPM.

Sementra itu, Camat Silima Pungga-Pungga Horas Pardede mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencari tahu apa yang akan dilakukan PT. DPM.

“Mari kita sama-sama tanya apa yang akan dilakukan DPM, dan apa dampak yang akan timbul jika nanti beroperasi”, ucapnya.

Camat meminta, bahwa kehadiran PT. DPM nantinya harus mensejahterakan masyarakat.

“Mari sama sama kita diskusi di acara sosialisasi ini dengan kepala dingin untuk mendapatkan solusi yang terbaik,” kata Horas.

Kapolsek Parongil, Iptu HP Purba menilai, Kehadiran PT. DPM di Dairi pasti memiliki dampak negatif dan positif, untuk itu warga diminta perlu tahu dampak kearah mana yang paling besar.

“Mari kita bahas apa dampak negatif dan  positifnya terhadap kehadiran PT. DPM ini agar kita bisa membuat keputusan,” bilang Kapolsek.

Dipaparkan tidak ada pemerintah yang ingin mencelakai rakyatnya, pastilah untuk mensejahterakan seluruh masyarakatnya.

Sementara itu, Achmad Zulkarnain GM Eksternal PT. Bumi Resource Mineral (BRM) mengatakan, kegiatan pertambangan itu studinya jangka panjang dan resiko tinggi dalam arti apakah perusahaan akan balik modal atau tidak saat beroperasi.

Salah satu kontribusi PT. DPM kepada masyarakat setelah beroperasi nanti, seperti rekrutmen tenaga kerja, program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (CSR) akan menjadi prioritas.

“Untuk perekrutan tenaga kerja Lokal dan CSR dari perusahan akan menjadi prioritas untuk kita upayakan agar terealisasi nantinya kemasyarakat,” tambahnya.

Dijelaskan jika PT. DPM beroperasi, nantinya akan melaksanakan metode dengan resiko atau pun dampak yang lebih kecil dan efisien agar tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tambang.

Dikatakan saat ini ada penolakan dari masyarakat atas kehadiran PT. DPM, namun perusahaan menanggapi hal tersebut wajar karena perbedaan presepsi di masyarakat.

Amatan tigasisi.id, suasana sosialisasi diwarnai dengan tanya jawab masyarakat yang ditujukan kepada PT.DPM.

Umar Boangmanalu warga Desa Bongkaras, berharap Kepada PT. DPM agar lebih terbuka karna masyarakat menilai selama ini sangat tertutup sehingga masyarakat menjadi berkelompok-kelompok.

“Kami minta PT.DPM untuk lebih terbuka, jangan sembunyi sembunyi, yang membuat kami masyarakat menjadi berkubu kubu,” tuturnya.

Mariati Boru Sitohang, mempertanyakan mengapa lokasi bahan peledak di buat didekat pemukiman warga karna menurutnya itu sangat berbahaya. Dan mengatakan bahwa masyarakat tidak membutuhkan kehadiran tambang jika tidak memberi keuntungan.

“Jarak lokasi bahan peledak hanya 50 meter dari rumah warga, jika terjadi ledakan itu sangat berbahaya,” keluhnya.

Terkait lokasi bahan peledak pihak DPM menjawab, bahwa hal tersebut hanya bersifat sementara dan sudah mendapat ijin. (ts-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *