tigasisinews.id, DAIRI – Komitmen Bupati Dairi, Vickner Sinaga dan Wakilnya, Wahyu Daniel Sagala dalam menuntaskan program-program strategis diberbagai bidang, di Kabupaten Dairi mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat. Dalam sebuah video postingan akun Facebook @Dinar Fenny Manalu yang tayang pada Jumat (10/101/2025), pengunggah berkesempatan bebincang dengan Bupati Vickner Sinaga yang hadir pada acara Inacraft di JCC Senayan Jakarta, Jumat, (3/10/2025) lalu.
Dalam perbincangan tersebut, Dinar mengapresiasi kehadiran Stasiun Pengisian Kenderaan Listrik Umum (SPKLU) di Sitinjo yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu. Sebagai pengguna mobil listrik, Dinar menyambut baik kehadiran SPKLU yang notabene merupakan investasi dari para investor dan tidak menggunakan anggaran daerah.
“Saya pertama kali membawa mobil listrik ke Dairi, banyak warga yang sangat excited, banyak yang bertanya, apa kelebihan dan kekurangan mobil listrik ini. Saya pun jawab, mobil listrik ini sangat irit, kalau dihitung Sidikalang-Medan hanya Rp 17.000an. Kekurangannya, belum tersedianya SPKLU seperti saat ini,” kata Dinar dalam video.
Apresisasi dari Dinar yang merupakan Diaspora asal Dairi ini pun mendapat reaksi dari Vickner Sinaga.
“Masih banyak orang yang menganggap SPKLU ini bukan prioritas. Ya, saya paham, jalan adalah prioritas, bukan SPKLU. Jalan juga kita perbaiki kok. Tapi ini cerita berbeda. Kita ketemu investor yang mau memberi sumbangsih bagi Dairi. Semua anggarannya juga dari investor kok,” kata Vickner.
“Saat ini banyak negara sudah migrasi ke mobil listrik. Dan, suatu saat akan kita nikmati keuntungannya. Tapi itupun masih saja didebat. Ini, Ada orang ngantar uang berupa SPKLU ke daerah kita yang mau investasi dan sudah jadi dalam waktu satu minggu, mestinya kita welcome lah. SPKLU ini bukan pembodohan, program pusat adalah zero emision, kita selaraskanlah program strategis nasional itu,” kata Vickner mempertegas.
Bupati Vickner juga menegaskan, PAD kita (red ;Dairi) saat ini hanya cukup untuk biaya kita satu bulan, jadi sebenarnya 11 bulan sisanya, Dairi ini disubsidi dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus).
“Saya kadang sedih, seharusnya kita naik kelas. Kita berharap ada investor lain yang datang. Kita dukunglah, jangan dinyinyirin. Kalau ada yang kurang jelas silahkan datang ke pendopo. Ingat, saya selalu berpihak kepada kaum marginal. perempuan, kaum disabilitas, dan lansia. Kita targetkan tidak ada lagi rumah tanpa listrik. Kita sudah upayakan semua warga berobat gratis, melalui skema UHC, tapi itu apa artinya kalau dokter kita tidak lengkap? kita masih butuh banyak dokter seperti dokter rehab medik, dokter mata. Itu sebabnya kita lakukan kerjasama dengan berbagai kampus yang memiliki program dokter spesialis.Mohon dukungannya,” kata Vickner,”mengakhiri perbincangannya.
Sebagai informasi, Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta merupakan sebuah konsep sistem kesehatan yang bertujuan memastikan seluruh warga dalam suatu populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif. UHC mencakup layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan kualitas yang memadai, tanpa menimbulkan kesulitan finansial bagi penggunanya.
Reporter : Dams
Editor: Iwan













