30 Persen Pasien Cuci Darah Di RSUD Sidikalang Dari Luar Daerah

DAIRI – Rumah Sakit Umum Sidikalang, di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sudah melayani pasien terapi cuci darah atau Hemodialisa.

Di launcing pada Oktober 2020 dan mulai melayani pasien sejak 1 Desember 2020 lalu.

Sampai 24 Mei 2021 tercatat sudah 29 pasien di tangani.

Masing-masing 3 pasien warga Samosir, 4 pasien warga Pakpak Bharat, 3 pasien warga Aceh Singkil dan 19 pasien warga Kabupaten Dairi, dengan total seluruhnya 1.050 tindakan.

“Ruang Hemodialisa ini ruang khusus untuk mencuci darah bagi yang gagal ginjal atau fungsi ginjalnya tidak ada lagi,” kata Dirut RSUD Sidikalang dr. Sugito Panjaitan, melalui kepala ruangan Hemodialisa, Sannaria Girsang, Selasa (25/5/2021).

Layanan Hemodialisa ini dirasa sudah memberikan kenyamanan dan keamanan pasien yang mengalami gagal ginjal atau ginjalnya tidak bekerja secara normal.

Pasien yang di tangani rata-rata 2 sampai 5 tahun terkena gagal ginjal, bahkan ada sudah stadium 5 atau kronis.

Untuk penderita stadium 5 rata-rata 2 kali seminggu melakukan cuci darah.

“Saat ini sudah 9 mesin, satu mesin khusus di ruang infeksi, misalnya itu kalo ada pasien yang Hepatitis, TBC. Untuk tindakan memakan waktu 5 sampai 6 jam baru bisa pulang. Jadi satu hari di lakukan 2 shift,” ujar Sannaria Girsang.

Kehadiran Ruang Hemodialisa ini dirasa banyak membantu masyarakat khususnya Dairi, karena sebelumnya pasien harus berobat ke rumah sakit di Kabupaten Karo, Siantar, Tapanuli Utara dan Medan.

“Sekarang pasien dari Kabupaten Pakpak Bharat, Samosir, Dolok Sanggul, Subulussalam dan Singkil sudah ke rumah sakit kita,” ucap Sannaria Girsang ke tigasisi.id.

Ruang Hemodialisa didukung tim dokter spesialis.

Ruang Hemodialisa didukung tim dokter spesialis.Dokter pelaksana harian adalah dokter umum yang sudah dilatih dan bersertifikat yaitu dr Asnat Sagala dan yang berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab, dr Suara Ginting SpPD dan dokter Supervisor dr,.Radarta SpPD KGH., serta perawat yang terampil, dan mahir.

“Dokter pelaksana dokter harian umum yang sudah di latih untuk penanganan Hemodialis, ada dokter penyakit dalam, dr. Suara Ginting, Sp. PD-KGH.” Katanya.

Edwar Sihotang (41), mengaku sangat terbantu dengan fasilitas ruang Hemodialisa RSUD Sidikalang.

Sejak 22 Desember 2020 lalu warga Kecamatan Sumbul itu tercatat sebagai pasien di RSUD Sidikalang.

“Sangat terbantulah, biaya, waktu. Karena sebelumnya balik- balik ke Medan, seminggu 2 kali,” kata Edwar.

Faktor gagal ginjal ini dikatakan bisa di sebabkan karena penyakit yang diderita seperti hepatitis, ada juga faktor pola hidup.

Edwar menghimbau agar tetap menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit gagal ginjal. Dukungan keluarga dikatakan menjadi salah satu terpenting.

“Kalau sudah kena repotlah bg,” tungkas Edwar. (ts-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *