Serap Aspirasi Warga Pakpak Bharat, Mangihut Sinaga Siap Jadi Tempat Pengaduan

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Mangihut Sinaga saat mengunjungi konstituennya di Desa Sukaramai, Kabupaten Pakpak Bharat. (DT)

 

tigasisinews, DAIRI – Mangihut Sinaga, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, mengunjungi konstituennya di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Sabtu, (19/7/2025).

Pertemuan yang dilangsungkan di Sopo Godang GKPPD (Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi) itu dibuka oleh Kepala Desa Sukaramai, Ahmad Saiful Tinendung, S.H.

Dalam sambutannya, Ahmad Saiful menyampaikan rasa terimakasihnya atas kedatangan Mangihut Sinaga di desa mereka.

“Terimakasih Pak Mangihut atas kedatangannya. Selama saya menjabat, baru dua orang DPR RI yang datang kemari. Dulu ada satu, sekarang Pak Mangihut,” ucapnya.

Dalam pertemuan yang hangat, Mangihut Sinaga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada konstituennya, masyarakat Desa Sukaramai yang telah memilihnya.

“Saya harus datang ke Desa Sukaramai ini, yang cinta sama saya, memilih saya. Terimakasih,” ungkap Mangihut Sinaga.

“Saya datang untuk menyapa sekaligus berbincang-bincang, apa masalah, apa persoalan di desa ini. Supaya bisa saya sampaikan nanti ke Bupati atau ke pusat,” terangnya.

Ia menerangkan kepada masyarakat yang hadir, bahwa Komisi III DPR RI adalah Komisi yang membidangi hukum.

“Tugas saya mengawal pekerjaan daripada aparat hukum, agar mereka bekerja itu memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ungkapnya.

“Saya sudah siap menjadi teman curhat masyarakat. Saya siap menjadi tempat pengaduan kalian. Tapi jangan melawan hukum. Kalau gara-gara uang, laporan masyarakat tidak diterima atau tidak diproses, kasih tahu sama saya,” tegas Mangihut Sinaga.

Tak hanya membahas persolan hukum, Anggota Komisi III DPR RI itu juga mengupas persoalan lain yang terkait dengan masyarakat pedesaan, seperti soal pertanian dan lainnya.

Ia juga menyampaikan tentang program pertanian kepada warga.

“Saya lihat kita kebanyakan adalah petani. Perlu saya sampaikan informasi, Presiden kita ini pro kepada petani,” ucap Mangihut.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah saat ini kepada petani sudah ditunjukkan dengan larangan mengimpor beras dari luar negeri, melalui program swasembada pangan.

“Apa kebutuhan masyarakat diakomodir. Alat pertanian, traktor. Ga semua lahan dapat dicangkul. Maka pemerintah akan memberikan bantuan alat-alat pertanian maupun bibit,” bebernya.

Pengoptimalan lahan tidur juga harus segera dilakukan.

“Kalau ada lahan tidur, harus dikerjakan. Jangan lagi dibiarkan terbengkalai,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan, pemerintah saat ini katanya membolehkan masyarakat untuk mengelola hutan sebagai lahan pertanian.

“Pemerintah memberi kesempatan mengelola hutan lindung. Satu keluarga bisa mengelola 2 hektar. Tapi harus melalui kelompok tani, dan betul betul harus petani,” terang Mangihut.

Mangihut juga berharap kepada Kepala Desa untuk lebih aktif bekerja menyampaikan apa yang dibutuhkan oleh warganya.

Salah satu tokoh masyarakat, Dayo Sinamo mengadukan persoalan irigasi di desanya.

“Sebenarnya air kami itu ada pak. Cuma irigasi kami rusak. Tahun lalu ada pekerjaan dari provinsi. Tapi setelah pengerjaan itu semakin banyak masalah,” ungkapnya.

Terkait permasalahan irigasi, Mangihut Sinaga mengatakan akan segera menyampaikan permasalahan tersebut ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Utara.

“Saya akan sampaikan ini kepada Balai Sungai di Medan,” tukasnya.

Warga lain mengeluhkan terkait masalah pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) menggunakan jerigen untuk daerah pelosok.

“Di pelosok desa, BBM sulit pak. Masyarakat tersandera juga dengan peraturan aparat hukum. Pembelian BBM jerigen bukan untuk menimbun. Kalau masyarakat pelosok harus mengisi ke SPBU rasanya tidak sesuai karena terlalu jauh,” kata warga bermarga Pasaribu.

Terkait BBM eceran, Mangihut menjelaskan bahwa pembelian dengan menggunakan jerigen masih sering dimanfaatkan oleh pengusaha nakal, karena masih di subsidi.

“Kalau hanya tiga jerigen, saya kira masih wajar. Tapi kalau sampai sepuluh jerigen ga wajar juga. Tapi nanti akan saya sampaikan ke Kapolres. Kalau untuk keperluan masyarakat desa, harus ada pertimbangan,” ujar Mangihut.

Mangihut juga berjanji akan menyampaikan semua persoalan lain, ataupun kebutuhan yang diminta masyarakat kepada pihak terkait, baik ke Pemerintah Daerah dan juga Pemerintah Pusat.

Kepala Desa Kutasaga, Marlina Boang Manalu, yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan rasa terimakasihnya dan dukungannya kepada Mangihut Sinaga.

“Saya sudah tiga periode menjabat sebagai Kepala Desa. Kami siap mendukukung bapak. Bukan hanya satu periode, tapi juga kalau bisa lebih dari tiga periode,” ungkap Marlina.

Turut hadir dalam acara, Camat Kerajaan, Wenta Banurea.

Reporter : Uba
Editor : Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *