tigasisinews.id, SIANTAR – Pengerjaan proyek pembangunan Gedung PUTR Kota Pematang Siantar hingga saat ini masih menyumbang polusi udara.
Warga sekitar pun sudah sangat resah dengan kondisi lingkungan mereka yang dipenuhi debu.
Selain mengganggu aktivitas lingkungan, kondisi itu pun sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan warga sekitar dan juga masyarakat yang melintas di lokasi.
Diketahui, proyek pembangunan gedung baru PUTR Siantar dengan pagu anggaran sekitar 6 Miliar Rupiah itu berlokasi di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2025.
Sebelumnya, sekelompok pemuda setempat dari Gabungan Simpang Empat Sekitarnya (Gasimse) telah melakukan penyiraman terhadap Jalan yang berdebu dan berserakan gumpalan tanah akibat dari pengerjaan proyek tersebut, dengan bantuan dari Dinas Damkar Siantar.
Kemudian persoalan itu juga sempat mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Siantar untuk ditindak lanjuti segera dengan memanggil dan menegur dinas PUTR Siantar.
Namun kini, peristiwa itu masih terjadi seperti tidak adanya rasa kemanusiaan pihak kontraktor dengan lingkungan sekitar.
Dimana area sekitar menjadi pusat pembayaran air PDAM untuk wilayah Siantar. Disana juga ada kantor KPU Siantar, kantor Dinas BPBD Siantar dan kantor BPS Siantar. sehingga berpotensi sering untuk didatangi masyarakat.
Masih dengan tokoh pemuda Gasimse, para pemuda yang berdomisili tinggal disekitar lingkungan area proyek gedung PUTR Siantar, tetap mengeluhkan tak ada langkah kongkrit dari pihak kontraktor dalam menangani analisa dampak lingkungan terhadap pekerjaannya.
“Kemarin sudah kami minta tolongin ke Damkar untuk disiram. Dan, sudah ada berita atas tanggapan dari ibu Cindira kemarin akan persolan ini. Tapi masih saja berdebu gini, seakan pemilik proyek ini tak mikiri nasib lingkungan demi kerjaannya selesai,” tutur J. Turnip selaku wakil ketua pemuda Gasimse, pada Selasa (09/9/2025).
Atas hal itu, masyarakat pun menilai bahwa wakil rakyat seakan tutup mata atas nasib buruk yang dialami masyarakat.
” Kami berharap seluruh pengerjaan proyek atau apa pun itu untuk selalu dilaksanakan dengan seprofesional mungkin lah. Jangan asal-asal pulak,” cetus salah satu anggota Gasimse lainya.
“Jangan sampai citra wakil rakyat kembali disoroti atas tak becus mengawasi pembangunan daerah ini,” tambah anggota itu, seorang pria berbadan besar yang meminta identitasnya di inisialkan TB.
Terpisah, Ketua Komisi III, Cindira, anggota DPRD Siantar dari Fraksi PDI Perjuangan kembali menanggapi persoalan tersebut, menegaskan untuk menegur kedua kalinya dinas PUTR Kota Siantar.
“Sudah ku kabarin dinas PUTR sekali lagi. Terimakasih atas infonya bang,” balasan singkat Cindira kepada media.
Reporter : Hegi
Editor : Red







