
tigasisinews.id, DAIRI — Harapan untuk mengembalikan kejayaan lahan persawahan di Kabupaten Dairi mulai menunjukkan hasil positif. Program demplot padi yang digelar di lahan milik Bapak, Saidin Sihombing di Desa Lumban Hoturuan, Kecamatan Lae Parira, bersama PT Pupuk Indonesia (PI) dan Pemerintah Kabupaten dalam hal ini, Dinas Pertanian Ketahan Pangan dan Perikanan (DKPPP) Dairi mencatat produktivitas mencapai 12,3 ton per hektare.
Angka tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi petani Dairi. Sebelumnya, berdasarkan informasi usai panen bersama, Kamis (20/8/2026), hasil panen di kawasan tersebut hanya berada di kisaran 6 ton per hektare. Dengan demikian, hasil demplot menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Laporan hasil panen demplot tersebut disampaikan Hendra Sagita, Asisten Officer Pendukung Penjualan Regional 1, setelah melalui pengukuran cek ubinan bersama PPL dan petani dan dinyatakan valid.
“Hasil tersebut kita peroleh, setelah kita lakukan pengukuran pengubinan bersama PPL dan Petani. Keberhasilan demplot tidak hanya diukur dari angka produktivitas. Program ini juga dinilai mampu membangkitkan kembali kepercayaan petani untuk menanam padi setelah sebelumnya minat tanam menurun akibat produktivitas yang sempat mengalami penurunan drastis,” kata Hendra.
Diinformasikan Pengolahan lahan tersebut dilakukan dengan; Petroganik Premium dan Kapur Pertanian Kebomas dengan menggunakan benih padi varietas Ciherang. Pada pemupukan pertama digunakan Nitrea dan Phonska Plus 15-15-15. Selanjutnya, pemupukan kedua menggunakan Nitrea dan Phonska Plus 15-15-15 yang dilengkapi dengan penyemprotan Phonska Cair.
“Semua proses ini dipandu dan diawasi oleh tim kita dari PI. Alhamdulillah, hasil panen kita hari ini menujukkan hasil positif,” katanya.
Sebelumnya, dalam panen bersama ini, Kadis DKPPP, melalui Kabid Penyuluhan, Sukaedah Angkat menyampaikan terimakasih kepada Pupuk Indonesia atas peran sertanya mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan, secara khusus membantu mengembalikan daerah ini jadi lumbung padi.
“Terimakasih atas kerjasama dan kolaborasinya selama musim tanam hingga panen hari ini. Kiranya kerjasama selanjutnya tetap bisa berjalan dilokasi dan titik-titik lahan sawah lain di Kabupaten Dairi. Dengan hasil panen maksimal yang kita peroleh hari ini, petani makin tersadar untuk mengembalikan lahan persawahan kembali ke komoditi padi,” katanya.
Pertemuan Antara PT. Pupuk Indonesia dan Dinas DKPP Kabupaten Dairi;

Foto : Pertemuan antara PT Pupuk Indonesia dan Dinas DKPP Kabupaten Dairi untuk membahas rencana kegiatan sekaligus penentuan lahan lokasi Demplot. (ist).
Pelaksanaan demplot sebelumnya diawali dengan pertemuan antara PT Pupuk Indonesia dan Dinas DKPP Kabupaten Dairi untuk membahas rencana kegiatan sekaligus penentuan lahan milik Bapak, Saidin Sihombing sebagai lokasi Demplot. Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan PIHC, termasuk Danny Tambunan, selaku Manager Penjualan Sumut 2, Arika Habibullah, Account Executif dan Hendra Sagita selaku Asisten Officer Pendukung Penjualan Regional 1, bersama Kadis DKPPP, Kesti Angkat, didampingi Kabid Penyuluhan Sukaedah Angkat, serta Kepala Tim Kerja PPL.
Program Tanam Padi Bersama di lokasi demplot;

PT. Pupuk Indonesia dan Pemkab Dairi sudah melakukan tanam padi bersama di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Rabu 22 April 2026 lalu. Saat itu, Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian merupakan bagian penting dari upaya mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Wahyu, pemerintah daerah perlu bergerak melalui dua pendekatan, yakni ekstensifikasi dengan membuka atau mencetak sawah baru, serta intensifikasi melalui peningkatan produktivitas lahan yang telah tersedia.
Kolaborasi dengan PT. Pupuk Indonesia juga memberikan dukungan teknologi kepada Pemkab Dairi berupa ‘mobil uji tanah’, yang dapat membantu mengetahui kondisi kesuburan tanah secara lebih presisi sehingga pemupukan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan lahan. Wahyu sebelumnya menyebut hamparan persawahan di kawasan tersebut mencapai sekitar 105 hektare. Pemerintah daerah juga telah melakukan upaya perbaikan aliran air agar pasokan irigasi ke lahan persawahan kembali lancar.
“Lahan sawah kita inginkan menghasilkan lebih banyak, lebih berkualitas dan lebih menguntungkan bagi petani,” ujar Wahyu saat kegiatan tanam bersama.
Keberhasilan panen demplot di Lumban Hoturuan kini diharapkan tidak berhenti sebagai capaian satu lokasi. Hasil tersebut dinilai dapat menjadi ‘role model’ sekaligus pemicu perluasan demplot ke wilayah lain di Kabupaten Dairi dan daerah sekitarnya.
Program ini juga menjawab kekhawatiran pemangku kebijakan, termasuk Fitriyanto Berampu, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Dairi, yang sebelumnya turut menyoroti persoalan menurunnya minat masyarakat untuk menanam padi akibat produktivitas yang tidak lagi optimal.
Bagi petani, capaian 12,3 ton per hektare menjadi bukti bahwa peningkatan hasil masih terbuka melalui pengelolaan lahan, pemupukan, penggunaan sarana produksi yang tepat, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Lebih jauh, keberhasilan tersebut diharapkan dapat memperkuat program ketahanan pangan, sekaligus mendukung penguatan ekosistem pupuk bersubsidi di wilayah kerja Regional 1. Dari sebuah lahan percontohan, Dairi kini memiliki satu bukti penting: ketika teknologi, pendampingan, dan kemauan petani berjalan bersama, produktivitas sawah dapat kembali didorong naik.
Reporter : Dams
Editor : Wan





Komentar