Menparekraf Bersama Komisi X DPR RI Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Parekraf di Kawasan Danau

SAMOSIR – Menparekraf Sandiaga Uno bersama Komisi X DPR RI yang diketuai oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf berkunjung di Kawasan Wisata Prioritas Danau Toba.

Dua hari di sana,  mereka berkeliling Danau Toba dan bertemu dengan sejumlah elemen masyarakat khususnya pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bersama rombongan mereka sempat meninjau beberapa destinasi di sekitar Danau Toba seperti Batu Gantung, Pesanggrahan Soekarno, serta Air Terjun Situmurun, sebelum akhirnya bersandar di Desa Tuk Tuk Samosir.

Bersama mereka hadir pula anggota Komisi X  lain yakni Hetifah Sjaifudian, Sofyan Tan, Obon Tabroni, Ratih Megasari, Ledia Hanifa, dan Dewi Coryati.

“Selama 3 bulan saya menjadi Menteri, sudah tiga kali saya datang ke Danau Toba, ini menjadi pembuktian bahwa pemerintah hadir untuk membangun sektor parekraf di Danau Toba,” kata Sandiaga, Jumat (27/3/2021).

Kehadirannya ke Danau Toba dikatakan bukti keseriusan pengembangan kawasan Danau Toba, tak cuma pengembangan infrastruktur, melainkan juga pengembangan kapasitas SDM.

“Nantinya akan muncul harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, dan untuk kebangkitan dan pemulihan sektor parekraf di Danau Toba,” ujarnya.

Sandiaga Uno juga mendorong agar masyarakat dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Danau Toba.

“Saya juga ingin menegaskan bahwa pariwisata akan segera bangkit dengan protokol kesehatan yang tegas dan disiplin, untuk itu kita perlu kolaborasi bersama,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf mengataka, kedatangannya bersama rombongan bertujuan untuk “belanja” masalah dan melihat langsung kondisi destinasi wisata yang menjadi fokus pembangunan pemerintah.

“Belanja masalah dibutuhkan, karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai DSP. Ada alokasi anggaran yang cukup besar yang dianggarkan pemerintah di 5 DSP, untuk itu kami harus melihat dahulu sudah siapkah untuk menerima investasi yang begitu besar.” Kata Dede.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah karena dirasa peran kepala daerah penting untuk bertanggung jawab agar bisa menata dan mengelola harapan-harapan dari para pelaku parekraf menjadi destinasi yang memiliki keunggulan.

“Negara sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk rebound pasca pandemi. Kalau kita melihat negara lain, seperti Dubai hingga Thailand sudah membuka sektor pariwisatanya. Ini momentum yang sangat bagus, kita sepakat salah satu sektor yang didorong untuk rebound adalah pariwisata,” katanya. (ts-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *