DAIRI – Kelompok Koperasi Vanili Maju Bersama di Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi di kukuhkan, Sabtu (18/09).
Koperasi tersebut ditargetkan bisa menjadi wadah bagi para petani Vanili, sehingga masyarakat lebih paham tata cara penanaman hingga perawatan tanaman vanili.
Selain itu dengan adanya koperasi tersebut, petani vanili tidak lagi di permainkan oleh para pembeli dan tidak kesulitan untuk menjual hasil panen.
Kendala diatas menjadi salah satu penyebab selama ini para petani kurang serius menekuni bertani vanili.
Kepala Yayasan Indonesia Maju Berkarya Indonesia, Devi Ramona Simatupang yang merupakan pembina dari koperasi tersebut mengatakan, dengan adanya koperasi ini nantinya bisa dijadikan wadah agar para petani vanili menjadi petani yang maju dan memiliki pemahaman.
“Yang pertama kita datang kesini pembetukan suatu wadah yang membidangi petani vanili agar mereka mendapat haknya sebagai petani dan menjauhkan dari makelar makelar untuk kemajuan petani vanili khususnya di dairi”, ucapnya.

Devi menambahkan, untuk kedepan pihak yayasan dan pembina akan terus melakukan pendampingan terhadap koperasi yang baru di kukuhkan tersebut.
“Apa hal yang diharapakan petani itu tidak lagi terkendala. Nanti dibantu oleh UMKM Naik Kelas Kota Medan yang nota benenya memang terus kelapangan, sampai ke MOU setiap terjadi transaksi kita dampingi. Jadi mereka mendapatkan haknya sebagaimana yang semestinya”, tambah Devi.
Diterangkan, secara bertahap Koperasi tersebut akan dilakukan pembenahan dan membantu menyelesaikan semuanya secara administrasi dan legal.
“Karna selama ini mereka tidak ada dalam satu kelegalan dalam wadah koperasi, mulai dari akte sampai Kemenkumhamnya kita urus”, ungkapnya.
Devi berharap, melalui Koperasi ini dapat mengembalikan kejayaan vanili seperti sedia kala.
“Image yang mengatakan petani vanili dulu melakukan kecurangan itu akan kita cut”, ucapnya lagi.
Devi selama ini aktif melakukan pendampingan terhadap petani vanila di beberapa wilayah di seluruh indonesi dan akan melakukan pendampingan di Dairi, Pakpak Bharat dan Karo nantinya.
Ketua koperasi Vanili maju bersama Dionisius Karo- Karo yang baru di kukuhkan menyebut, dirinya akan membatu petani vanili secara swadaya dengan memberikan bibit vanili secara cuma cuma kepada para petani.
“Saya bantu semampu saya seiklas saya agar pendapatan para petani vanili di dairi ini bisa meningkat”, kata Dionisius.
Dionisius mengaku mengalami kesulitan selama ini dalam pengembangan budidaya vanili akibat minimnya pembinaan.
“Kesulitannya adalah pertama tidak ada pembinaan, saya hanya seorang diri sementara kabupaten Dairi ini cukup luas”, keluhnya.
Saat ini Koperasi Vanili Maju Bersama Sudah menanam sebanyak 3500 batang dengan target bisa mencapai 3 ton saat panen nanti.
“Saat ini karena masih tergolong baru hasil Panen masih di bawah 30 kilo gram. Hasil vanili masih dijual kepada pembeli dengan harga yang bervariasi, karna belum ada ketetapan harga”, tutupnya.
Secara geografis dan sudah terbukti sejak dulu, beberapa kecamatan di kabupaten Dairi cocok dilakukan budidaya tanama vanili.
Acara pengukuhan Koperasi Vanili Maju Bersama di lakukan oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Dairi , Budianta Pinem dan dihadiri juga para petani vanili dari Kabupaten Pakpak Bharat.(ts-2)






