Edukasi Kebakaran ke Anak Usia Dini Sampai Tutup Jalan, Ini Penjelasan Kadis Baru Damkarmat Siantar

Siswa TK dari salah satu sekolah di kota Pematangsiantar sedang bermain air hujan ala damkar di kantor Damkarmat Siantar, pada Rabu (4/2/2026). (ist)

tigasisinews.id, SIANTAR – Kegiatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemko Pematangsiantar, sosialisasi pengenalan alat Damkar dan simulasi penanggulangan kebakaran terhadap anak usia dini atau anak TK (Taman Kanak-kanak), menuai keluhan warga setempat.

Keluhan itu atas terganggunya kepentingan umum dalam proses arus lalu lintas jalan di depan kantor Damkarmat, Jalan Tarutung, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Akibat dari kegiatan edukasi kebakaran itu, jalan di depan kantor Damkar harus ditutup, karena halaman pekarangan kantor yang sempit untuk melakukan kegiatan jadi hambatannya.

Warga setempat bermarga Turnip, tergabung dalam perkumpulan muda/i Gabungan Simpang Empat Sekitarnya (Gasimse) mengeluhkan keberlangsungan kegiatan tersebut yang sering terlaksana setiap pekannya.

” Hampir tiap Minggu sering kegiatan itu terjadi. Setiap ada kegiatan, ya kami warga sini dan mungkin masyarakat lain tak bisa melintas jalan tersebut,” jelas warga bermarga Turnip itu kepada awak media, pada Rabu (4/2/2026).

Sehingga katanya perlunya evaluasi dari pemerintah kota terkhusus Dinas Damkarmat dalam menjaga ketertiban umum. Masyarakat bukan tak mendukung kegiatan positif dalam penanggulangan kebakaran, namun pemerintah juga harus adil kepada setiap kepentingan warganya.

“Maunya Damkarnya saja yang mendatangi sekolah-sekolah untuk edukasi, lebih relevan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain. Selain itu, pihak sekolah terbantu dalam anggaran akomodasi keberangkatan dari sekolah ke kantor Damkar,” tegasnya mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Siantar, Herri Okstarizal dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya selalu siap untuk dipanggil kapan pun dan kemana pun.

Jelasnya terkait keluhan masyarakat akan penutupan jalan. Herri mengatakan tergantung pihak pemohon atau sekolah yang mengajukan untuk kegiatan sosialisasi dan penanggulangan kebakaran terhadap anak usia dini.

” Terkadang sekolah TK tidak memiliki pekarangan (Halaman Sekolah). Makanya jadi kita beri edukasi di halaman kantor ini,” tutur Herry saat ditemui dikantornya.

Herry mengakui akan penutupan jalan, namun ia berdalih penutupan itu tidak menjadi masalah besar dibandingkan edukasi kebakaran sejak dini sangat penting dilaksanakan guna meminimalisir terjadinya kebakaran di wilayah Siantar.

” Ditutup pun masih adanya jalur alternatif yang dapat dilalui. Tapi gitu pun nanti akan kita periksa ketentuan yang ada terkait persoalan itu,” paparnya.

Ditambahkannya mengakhiri, ” jika pihak sekolah meminta untuk dilaksanakan di sekolah, ya Damkar siap saja asal pekarangan sekolahnya memadai,” pungkasnya.

Reporter : Hegi
Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *