Asosiasi Dairi Organizer Datangi Kantor DPRD Dairi

DAIRI – Asosiasi Dairi Organizer sebuah komunitas para penggiat seni di Kabupaten Dairi mengadakan pertemuan dengan DPRD Dairi untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah sebagai solusi Alternatif bagi pekerja seni yangg tidak diperbolehkan lagi beraktivitas selama pandemi Covid 19 Senin (11/05)

Willy Situmorang selaku ketua didampingi Ranto Nababan, Gloria Guida Aritonang beserta anggota lain menjelaskan menyatakan pandemi covid 19 dengan jelas telah memutus mata pencaharian mereka sebagai penggiat seni.

“Selama Covid ini pemerintah menganjurkan untuk menghindari kerumunan, sementara profesi yg kami geluti tidak bisa jauh dari kerumunan banyak orang. 2 bulan terakhir kami sudah gak berkegiatan apa-apa.Kami ingin menanyakan apa kebijakan pemerintah terhadap penggiat senu di Dairi ini” ujar Willy.

Selain itu dijelaskan Willy, kehadiran mereka juga ingin mempertanyakan terkait program pemerintah melalui Ditjen kebudayaan pusat yg meluncurkan program bantuan bagi pekerja seni dan budaya yangg terdampak covid 19

“Beberapa pekerja seni dari kabupaten Dairi yang sudah mengirimkan data melalui dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Dairi namun sampai saat ini belum ada follow up”, keluhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Dairi Sabam Sibarani menyambut baik kedatangan Organisasi Dairi Organizer dan menampung seluruh aspirasi serta akan menyampaikannya ke pemerintah kabupaten Dairi dalam hal ini Gugus tugas penanganan Covid 19 Dairi.

“Kami DPRD dairi menampung seluruh aspirasi dan akan langsung menyampaikan ke gugus tugas covid 19 kab dairi, untuk secepatnya mencari solusi,” ucap Sabam Sibarani.

Sabam menambahkan, bahwa kemampuan pemerintah saat ini terbatas dalam menanggulangi covid 19, untuk menanggulangi semua yang terdampak harus dilakukan merata dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kabid dinas pariwisata dan kebudayaan Youni Olivia Ujung SE, yang hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan, bahwa bantuan yang ditujukan untuk pekerja seni sedang di lakukan pendataan dan masih berlangsung hingga saat ini.

“Kita sudah data, dan silahkan di informasikan ke sesama pekerja seni. Saat ini berdasarkan data yang sudah masuk ada sebanyak 52 orang dan tidak terbatas namun harus memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang diberlakukan,”ucapnya.

“Sampai saat ini kita masih menunggu para penggiat seni untuk melengkapi data-data seperti KTP dan KK”,pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini Luisker Simorangkir (penasehat), Umar Simamora (shooting), Mando Simamora (pengusaha sewa panggung), Herbert Simarmata (shooting), Freberika Napitupulu (penyanyi).(TGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *