DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, menempatkan bilik sterilisasi dengan menggunakan sistem ion plasma (plasma decontamination station) di berbagai kantor instansi pemerintahan di kabupaten Dairi.
Informasi yang dihimpun oleh Tim Tigasisi, biaya pengadaan bilik tersebut menelan biaya fantastis.
Konon kabarnya biaya pengadaan menelan biaya Rp 1,4 miliar.
Bilik berbiaya fantastis itu merupakan kegiatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi bersama pihak ketiga, tapi apa dikata bilik berbiaya fantastis itu tidak dapat digunakan bahkan sudah dalam kondisi rusak sehingga pengadaan bilik ini dianggap unfaedah (red:tidak ada manfaat).
Tim Media Tigasisi yang sengaja melakukan pemantauan di Puskesmas Tanjung Beringin, kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, Selasa (24/11/2020) menemukan bilik decontaminasi juga sudah terpasang. Namun beberapa warga yang ditemui mengaku tidak paham akan fungsi dan manfaat bilik tersebut.
“Kami gak tau apa manfaatnya pak, yang ada cuma suara hembusan angin”, keluh salah satu warga yang tidak bersedia disebut namanya.
Warga yang tidak mengetahui bilik yang menelan biaya 21 juta per unit itu menyebutkan bila hanya untuk buang-buang uang lebih baik dianggarkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat saja.
“Waduh, 21 juta hanya untuk hembusan angin saja?. Apa tidak ada keperluan lain yang lebih penting selain bilik yang tak jelas ini?mubazir gak ada manfaatnya”, keluh warga.
Sudah Serah Terima Barang
Berdasarkan informasi dari pihak yang layak dipercaya, pengadaan bilik sterilisasi tersebut sudah serah terima barang awal Desember lalu sebagai langkah untuk pencairan dana 70 % karena 30 % dana awal sebagai uang muka (red: panjar) sudah diterima oleh pihak ke III sebagai penyedia.
Sangat disayangkan. Bila hal tersebut terjadi, maka uang rakyat akan terbuang sia-sia tanpa manfaat yang jelas.
Berbagai pihak pun menanyakan sertifikasi Ion yang disebut terkandung dalam bilik sterilisasi tersebut.Apakah benar, Uon yang dimaksud benar- benar ada, bermanfaat dan mendapat sertifikasi dari lembaga kompeten.Entahlah, sudah saatnya uang rakyat digunakan untuk hal yang bermaanfaat.(tim)






