PAKPAK BHARAT
Beranda » Jejak Sisingamangaraja XII di Pakpak Bharat, Danrem 023/KS Kunjungi Mata Air Bersejarah

Jejak Sisingamangaraja XII di Pakpak Bharat, Danrem 023/KS Kunjungi Mata Air Bersejarah

Komandan Korem 023/KS, Kolonel Inf. Iwan Budiarso.
Komandan Korem 023/KS, Kolonel Inf. Iwan Budiarso.

tigasisinews.id, PAKPAK BHARAT — Jejak perjuangan Raja Sisingamangaraja XII masih hidup di sejumlah situs sejarah di Kabupaten Pakpak Bharat. Salah satunya Mata Air Sisingamangaraja XII di Desa Salak II, Kecamatan Salak, yang kini mendapat perhatian dari Komandan Korem 023/KS, Kolonel Inf. Iwan Budiarso.

Didampingi Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Jalan Berutu, S.Pd., MM dan Dandim 0206/Dairi Letkol Arm. Denni Andika Wardana, SH., MIP, Iwan mengunjungi langsung situs yang dipercaya memiliki kaitan erat dengan perjalanan perjuangan Sisingamangaraja XII.

Menurut Jalan Berutu, kawasan tersebut dahulu menjadi salah satu jalur yang dilalui Sisingamangaraja XII dalam perjalanan menuju dan dari wilayah Klasen.

“Konon, beliau pernah beristirahat di sini dan menancapkan tongkatnya. Dari bekas tongkat tersebut kemudian keluar mata air yang hingga kini masih ada,” jelas Jalan Berutu.

Di lokasi tersebut, Kolonel Inf. Iwan Budiarso mengingatkan pentingnya menjaga situs bersejarah sebagai bagian dari warisan perjuangan bangsa.

Harimau Sumatera Terekam Kamera di Kuta Saga, Sempat Memangsa Sapi Warga

Ia menilai kisah Sisingamangaraja XII menjadi pengingat bahwa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bukanlah proses singkat. Sang Raja harus berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, bergerilya dan menghadapi kejaran Belanda dalam perjuangannya melawan penjajahan.

Sisingamangaraja XII sendiri diketahui pernah menjadikan Tanah Simsim sebagai salah satu basis perjuangannya. Ia membangun benteng pertahanan di Desa Traju yang hingga kini masih dapat ditemukan.

Dari wilayah tersebut, perjuangan kemudian digerakkan untuk mengoordinasikan perlawanan terhadap Belanda di sejumlah kawasan, mulai dari Tapanuli, Tanah Pakpak hingga Klasen.

Mata air yang masih mengalir hingga kini bukan sekadar sumber air, tetapi juga menjadi pengingat akan jejak panjang perjuangan Sisingamangaraja XII di Tanah Pakpak.

Reporter : Ubas

Bukan Putri Pakpak, Santy Limbong Raih Juara Lewat “Tanoh Dairi Meriah”

Editor : Dams

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement