tigasisinews.id, SIANTAR – Pendistribusian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pematangsiantar terhadap generasi emas hampir saja menelan korban. Sebabnya, ditemukan di dalam menu MBG ke SD 121308, Jalan Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari, berupa paku payung dan serpihan kawat sabuk pencucian piring.
Peristiwa itu sempat menghebohkan para siswa, saat jam makan berlangsung disekolah tersebut, pada Rabu (14/1/2026).
Ditemukan paku payung yang tertancap di buah pepaya dari dalam menu hari itu.
Hal itu membuat ke khawatiran publik akan jaminan kesehatan dan keamanan para siswa/i penerima dalam mengkonsumsi MBG.
” Ada tadi satu menu saja yang ada paku payungnya didalam, gak semua memang dan sempat heboh si. Tapi miris lah lihat itu, bahaya kali sempat termakan si anak itu tadi, bisa gawat,” ucap salah satu orang tua siswa yang mengetahui peristiwa itu terjadi, namun tak ingin namanya disebut.
Sementara itu, terpisah dikonfirmasi dapur MBG, SPPG Bukit Sofa 2 di bawah pengawasan Yayasan Aur Dairi Menenggoi, di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari, melalui kepala SPPG, Azhari Rais menyampaikan pihaknya telah melakukan evaluasi dan investigasi.
” Benar memang ada temuan paku payung dan serpihan kawat sabuk pencucian piring dalam satu ompreng (wadah Tempat MBG atau biasa disebut bontot makanan) aja,” tutur Azhari Saat ditemui di area dapur MBG, pada Kamis (15/1/2026).
Tambahnya lagi, pihaknya telah melakukan pengecekan rekaman CCTV dalam mencari kebenaran. ” Paku payung dan sabuk kawat pencucian tak perna ada dipakai didapur ini. Cctv juga sudah kita cek, namun ada pergerakan yang menandakan kecurigaan mulai dari proses produksi sampai penyaluran MBG,” jelasnya.
Sehingga menurutnya, perbuatan itu diduga adanya sabotase dari pihak lain yang mencoba untuk menghancurkan reputasi dapur MBG, SPPG Bukit Sofa 2.
” iya, kita menduga peristiwa itu adalah sabotase,” jawabnya dengan tegas.
Azhari juga mengungkapkan, peristiwa itu juga sudah sempat dibawa ke pihak kepolisian guna membongkar niat jahat dari orang yang tak bertanggung jawab.
“Supir dan beberapa pegawai dapur sudah kami bawah ke Polres tadi. Di sana sudah dikonseling pihak kepolisian tadi juga kami,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jarak antara dapur MBG, SPPG Bukit Sofa 2 dengan SD negeri 121308 tidak terlalu jauh, hanya berjarak kurang lebih hampir 2 kilometer. Dan setiap harinya dapur MBG Bukit Sofa menyuplai 200 ompreng ke SD tersebut.
Reporter : Hegi
Editor : Red







