Tirta Nciho Sidikalang Miliki Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku Senilai 27 Miliar

Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku PDAM Tirta Nciho Sidikalang.(foto/Van)
Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku PDAM Tirta Nciho Sidikalang.(foto/Van)

tigasisinews.id, DAIRI – Berkat kesungguhan Dirut PDAM Tirta Nciho Wahlin Munthe dalam menjalin sinergitas dengan pemerintah pusat, sedikit demi sedikit pembangunan air minum melalui dana APBN semakin meningkat di Kabupaten Dairi.

Kali ini PDAM Tirta Nciho Sidikalang berhasil mendapatkan Intake (Bangunan penangkap air untuk penyediaan air baku secara continue) dan Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku dengan pagu Rp 27.499.999.000 yang dibangun di Dusun Parluasan Desa Parbuluan IV Kecamatan Parbuluan tahun 2023 lalu.

Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku ini merupakan pekerjaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dirjen Sumber Daya Air Balai Sungai Sumatera II Medan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Dairi.

Walhin Munthe menyampaikan implementasi kegiatan ini dilaksanakan melalui konversi yang cukup lama. Proposal kegiatan telah diajukan sejak tahun 2019 dan baru terealisasi pada tahun 2023 tahun lalu. Oleh karena itu dengan rasa syukur yang besar doa dan usaha tidak sia sia.

Pipa transmisi yang dibangun itu berguna untuk mensuplai air bersih dari Parbuluan kearah siempat nempu dan kecamatan Tigalingga. Walhin mengatakan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan debit air yang sangat besar di wilayah kota Sidikalang dan sekitarnya.

“Kondisi ini sangat berdampak pada pasokan air bersih untuk kebutuhan masyarakat,” kata Walhin. Rabu (22/08/2024).

Jika sudah tersambung semua pipanya maka proyek ini akan menyediakan air baku untuk air bersih yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehari – hari.

Walhin Munthe mengatakan Penyediaan air bersih penting dalam pembanguan sumber daya manusia (SDM) Indonesia karena meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan oleh air seperti diare dan gatal gatal.

“Kebutuhan ini harus disediakan pemerintah mulai dari standar pelayanan minimal sampai dengan target pemenuhan kebutuhan air bersih 100% dan juga upaya mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs) “ kata Walhin.

“Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya proyek Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku berharap kedepan pelayanan air minum kepada masyarakat di wilayah Dairi khususnya kota Sidikalang dapat terpenuhi dengan baik,” harapnya.

Walhin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian PUPR karena telah berjuang mengakomodasi proposal PDAM Tirta Nciho melalui kegiatan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dengan kapasitas 50 liter per detik.

Walhin berharap Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sidikalang dan Siempat Nempu Hulu kita jaga bersama sama demi kepentingan umum.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Baku ini dikerjakan oleh PT Somba Hasbo dengan nomor kontrak HK.02.03/ATAB-I/2023/02. Sementara Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda)Tirta Nciho Sidikalang, hanya penerima manfaat.

Reporter: Van
Editor: Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *