tigasisinews.id, DAIRI – Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu menjadi narasumber dalam kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung KB yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) yang bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dalam rangka percepatan penurunan stunting yang diadakan di Kantor Desa Berampu, Rabu (15/11/ 2023).
Dalam materinya, Romy Mariani mengatakan sejak tahun 2020 Kabupaten Dairi menjadi locus stunting atau lokasi khusus penanganan stunting dimana hingga akhir tahun 2022, jumlah stunting di Dairi mencapai 28%.Jumlah tersebut kata Romy mengalami penurunan walaupun masih dibawah target nasional yakni 14% di tahun 2024.
“Tidak semua orang yang berbadan kecil dikatakan stunting. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi sehingga mempengaruhi perkembangan baik tubuh maupun perkembangan kecerdasannya,” ujar Romy Mariani.
Romy Mariani mengutarakan, Indonesia juga akan mendapatkan bonus demografi dimana pada tahun 2035 jumlah usia anak yang produktif akan lebih banyak dari pada usia anak yang tidak produktif.
“Anak-anak kita ini nantinya yang akan menjadi tonggak dalam memimpin bangsa, menjadi harapan bangsa. Kita bayangkan jika anak-anak kit aini terkena stunting, terkena narkoba, maka Indonesia Emas itu tidak akan kita dapatkan,” ucap Romy
Seperti diketahui, stunting adalah adanya gangguan perkembangan ataupun pertumbuhan seorang anak yang tidak sesuai dengan usia yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluh dan Penggerak Lasmi Sagala, Camat Berampu Ramadhayani Berampu, Kepala Desa Berampu Mochtar Purba serta perwakilan dari BKKBN Provinsi Sumatera Utara.
reporter : Iwan
editor : Ndoss













