Menilik Nilam Sebagai Sumber Penghasilan, Franc Giring Investor ke Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara akan menjadikan Nilam sebagai salah satu komoditi pertanian warganya.

Dari hasil penelitian, tanaman Nilam yang berasal dari Kabupaten Pakpak Bharat ini salah satu Nilam terbaik di Indonesia.

“Pakpak Bharat mempunyai prospek yang sangat baik untuk pengembangan komoditi nilam karena agroklimatnya sangat mendukung serta luas lahan yang tersedia juga masih sangat luas,” Kata Franc. Selasa (10/08/2021).

Jauh sebelum lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat, tanaman nilam sudah ditanam penduduk suku Pakpak secara turun temurun dan menjadi salah satu tanaman unggulan yang membangkitkan perekonomian. Padahal pengelolaannya masih dilakukan tradisional.

Dari hasil pertanian nilam itu, masyarakat suku Pakpak bisa membiayai kehidupan keluarga, pendidikan anak serta biaya untuk mencari pekerjaan anak.

Potensi tanaman nilam yang dalam bahasa latin disebut dengan Pogostemon cablin Benth tersebut menjadi motivasi Bupati Pakpak Bharat, untuk mengembangkan tanaman nilam sebagai salah satu cara mendongkrak percepatan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Untuk meningkatkan serta mengembangkan produktifitas komoditas nilam, perlu diterapkan teknik budi daya yang benar, teknik pengolahan minyak nilam yang baik, meningkatkan kualitas SDM petani, menguatkan kelembagaan petani dengan membentuk kelompok tani serta menumbuhkan kemitraan dengan perusahaan pengelola,” jelas Bupati Franc.

Iapun menghadirkan salah satu investor nilam di Kecamatan Pagindar, nantinya akan bekerjasama antara petani plasma dengan PT Aes Natural Ingredients Indonesia. Di Kecamatan Pagindar ini ditargetkan sebagai salah satu sentra produksi nilam di Indonesia.

Peluang tanaman nilam ini dikatakan sangat besar, selain harga jual daun nilam tinggi, nilam juga bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti jagung, bahkan tanaman buah-buahan lainnya.

” Para petani sangat diuntungkan dengan hadirnya investor nilam ini ke Pakpak Bharat sebab investor menyedikan bibit. hasilnya mereka yang beli dengan harga stabil. masyarakatpun menjual daun saja sudah bisa, beda dengan tradisi selama ini.” Ungkap Franc.

Meski demikian tidak semua daerah di Kabupaten Pakpak Bharat yang harus mengembangkan nilam sebagai komiditi pertaniannya, karena harus sesuai karakter tanaman.

Franc berharap nilam ini bisa menjadi salah satu tanaman unggulan yang bisa meningkatkatkan kesejahteraan para petani.

Sebelumnya, Bupati Pakpak Bharat sudah melakukan panen perdana nilam di Desa Perduhapen Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat.

Dalam beberapa kali pertemuannya dengan masyarakat petani, Franc Bernhard Tumanggor menjelaskan bahwa kebutuhan petani dari segi permodalan, para petani bisa memanfaatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah disediakan oleh pemerintah dan pemerintah Pakpak Bharat siap membantu masyarakat untuk mengurus dana KUR tersebut.

” Jadi tidak ada lagi alasan para petani untuk tidak bersungguh sungguh sebab selain bantuan bibit dari pemerintah dana KUR juga disediakan pinjaman berupa KUR. Tinggal Niat dan kemauan yang kuat dari masyarakat” jelas Franc. (ts-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *