RPJMD, Franc: Penanganan Stunting Salah Satu Prioritas

PAKPAK BHARAT – Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah dalam rangka penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pakpak Bharat 2021-2026 di Aula Balai Sada Arih, Kompleks Kantor Bupati Pakpak Bharat, Selasa (25/06/.

Acara yang juga dihadiri beberapa Bupati dari wilayah sekitar Pakpak Bharat ini diselenggarakan dengan mengikuti Prokes, sebagian peserta musayawarah mengikuti acara menggunakan aplikasi zoom meeting.

Kepala Badan Perencana Pembangunan, Penelitan dan Pengembangan Daerah, Jalan Berutu, S.Pd, MM dalam laporannya menjelaskan beberapa tujuan penting dari diadakannya Musyawarah Daerah ini.

“Guna penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan mencapai kesepakatan bersama terhadap tujuan, sasaran, startegi, arah kebijakan, dan program pembangunan Daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RPJMD ini,” kata Jalan Berutu.

Jalan Berutu menambahkan, RPJMD yang telah tersusun nantinya akan menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan baik Pemerintahan, masyarakat, dunia usaha dan pihak terkait lainnya dalam mewujudkan serta mencapai tujuan pembangunan Daerah Pakpak Bharat pada 2021-2026.

Sementara itu Dr. Kaiman Turnip, M.Si, Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara yang hadir mewakili Gubernur menyampaikan supaya nantinya penyususnan RPJMD dapat menyeimbangkan antara Visi dan Misi Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah sehingga merupakan suatu kesatuan yang baik dan selaras.

Meskipun nantinya masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat pada Periode ini tidak sampai 5 (lima) tahun masa kerja akan tetapi bahwa RPJMD adalah tetap berpedoman pada lima tahun masa kerja.

Dengan demikian diharapkan kepada Pemerintah Pakpak Bharat dapat menyelesaikan program yang tertuang dalam RPJMD nantinya dalam masa kerjanya Bupati pada periode ini yang diperkirakan hanya lebih kurang 4 (empat) tahun.

“Kita berharap semoga RPJMD yang akan tersusun ini nantinya membawa manfaat bagi seluruh masyarakat dan Pemerintah Pakpak Bharat, semoga semua rancangan ini nantinya dapat terealisasi pada akhir masa Jabatan Bupati nantinya, ucap Kaiman.

Franc Bernhard Tumanggor sendiri dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan ini adalah adalah merupakan tugas penting bagi Kepala Daerah yang baru dilantik sesuai amanat Undang-Undang.

“Kami diberikan tenggang waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah dilantik untuk menyusun dan menyelesaikan RPJMD, ucapnya.

Ada beberpa hal penting yang menjadi prioritas Pemerintah saat ini diantaranya masalah Kesehatan termasuk penanganan Stunting yang sampai saat ini masih sangat tinggi di wilayah Pakpak Bharat.

“Bahaya stunting ini membawa kami pada kesimpulan akan bisa menghapus satu generasi penting Pakpak Bharat apabila tidak ditangani secara serius. Beberapa program perioritas lain juga menjadi perhatian serius kami termasuk infrastruktur dan pertanian,” tambahnya.

Beberapa Pimpinan Daerah dan Bupati dari Kabupaten tetangga Pakpak Bharat turut menghadiri Musrenbang ini, terlihat Bupati Aceh Singkil Dul Mursyhid, perwakilan Bupati Tapanuli Tengah, dan Walikota Subulussalam.

Acara yang direncanakan berlangsung satu hari penuh ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pakpak Bharat dengan pemukulan gong penanda dimulainya acara. Penyusunan RPJMD Pakpak Bharat 2021-2026 resmi dimulai.(ts-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *