Edukasi “Pagar Ganda Segitiga” Pada Petani Kopi di Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT – Perusahan kedai kopi ternama, Starbucks Indonesia memberikan edukasi sistem tanam Pagar Ganda Segitiga ( PGD) kepada kelompok tani Jabi-jabi di Desa Siempat Rube I, Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Tujuannya untuk meningkatkan produktifitas petani kopi.

Edukasi mulai dari pembibitan, cara penanaman, cara perawatan, sampai panen.

Edukasi dikatakan gratis, dengan penerapan praktik-praktik pertanian lestari untuk menumbuhkan varietas unggul yang mendukung perekonomian petani.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengaku tertarik dengan sistem penanaman ini.

Dikatakan, pada dasarnya Franch mendukung seluruh program pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat termasuk budidaya kopi.

Franch pun siap jika lahan miliknya dijadikan sebagai lahan percontohan pertanian.

Untuk kemajuan bersama, Franc menilai butuh niat kuat dari masyarakat serta budaya gotong-royong atau mersiurupen, seperti tradisi Pakpak.

“Kalau mau maju mari kita mersiurupan atau bergotong royong untuk bagaimana cara bertani yang benar serta semangat yang kuat dari masyarakat. Kita bersyukur Starbucks telah mau memberikan kesempatan kepada masyarakat di sini,” kata Franc.

Sistem Pagar Ganda Segitiga (PGS) pada tanaman kopi ditanam dengan jarak tanaman 1.30 x 165.

Untuk meningkatkan populasi dapat juga ditanami dengan tanaman lain atau sistem tumpang sari.

Hasil panen nantinya akan langsung di tampung Starbucks.

Adapun jenis kopi dalam program pengembangan ini adalah Komposit Andung Sari Tiga, Andung Sari Satu dan jenis kopi Sigarar Utang.

Franch berharap kedepan sistem ini akan bisa lebih berkembang di Pakpak Bharat.

Untuk itu peran serta masyarakat dan gotong royong sangat dibutuhkan.

Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan ucapan terima kasih kepada starbucks karena mengedukasi petani.

Salah satu anggota kelompok tani Jabi-jabi, E Padang mengaku bangga atas dukungan Bupati pada program ini.

“Dalam percontohan ini atau sample akan mengupayakan secara maksimal dan nantinya bisa menjadi contoh bagi masyarakat atau kelompok tani lainnya,” ujar Padang. (ts-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *