DAIRI- Perbaikan badan jalan rusak di Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi, Sumatera Utara terus di kebut.
Kepala Dinas PUTR, Anggara Sinurat mengatakan saat ini progres pekerjaan kondisi batas Karo – Mangan Molih sudah mencapai 60 %, Mangan Molih – Pasir Tengah 20%, Namo Sanggar – Liang Jering – Siudangudang 60 % dan Liang Jering – Simpang Alur subur 30 %.
Sejumlah alat berat seperti Motor Grader, Backhoe Loader dan Wheet Loader diturunkan.
“Pengerjaannya pengupasan longsoran di jalan, penimbunan jalan yang amblas, penimbunan bahu jalan yang longsor, dan galian parit di Liang Jering dan Siudang-udang,” kata Anggara, Jumat (7/5/2021).
Ruas jalan yang ditangani mulai dari Batas Karo – Namo Sanggar – Pasir Tengah sejauh 6 KM dan Namo Sanggar – Lau Njuhar II – Lau Njuhar I – Liang Jering –Siudang – udang sepanjang 20 KM.
“Kondisi medan sulit jadi kendala,” bilang Anggara.
Di beberkan kalau alat berat seperti Grader sudah melakukan pembersihan dan perbaikan badan jalan dari Batas Karo – Namo Sanggar – Pasir Tengah sejauh 6 KM sejak Jumat 30 April 2021 lalu.
Alat berat Backhoe Loader dan Wheel Loader menangani dari Namo Sanggar menuju Liang Jering.
“Butuh waktu tidak singkat tapi tetap akan upayakan cepat sebagaimana arahan pak Bupati Eddy Berutu.” Sebut Anggara.
Sebelumnya pada 27 April 2021 lalu, cuaca extrime melanda daerah ini, banjir bandang membuat akses jalan rusak, tepatnya di Dusun Juma Batu, Desa Sukadame, Kecamatan Tanah Pinem.
Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu yang meninjau lokasi langsung menginstruksikan untuk penambahan alat berat agar mempercepat proses.
Alat beratpun diturunkan, namun kondisi lapangan yang sulit, alat berat terpaksa di bawa melalui jalur lain, melalui Dusun Naga – Juma Batu, sehingga memakan waktu lebih lama mencapai 2 hari.
Alat berat difungsikan untuk menormalisasi aliran sungai dengan menyingkirkan batang-batang kayu untuk memperlancar aliran air.
Batang-batng kayu yang berserakan dijembatan juga di evakuasi.
Sedangkan untuk Excavator ban karet dibawa melewati Juhar, melalui Dusun Naga menuju Juma Batu.
Dilokasi bencana, alat ini menormalisasi badan jalan rusak. Ditargetkan 5 hari selesai.
Penanganan akan terus dilakukan agar ruas jalan terdampak bencana alam bisa memperlancar aktifitas masyarakat lagi. (ts-3)






