Pupuk Subsidi Langka, Petani Akan Ngadu ke DPRD Dairi

DAIRI – Petani di Kecamatan Parbuluan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara mengeluh pupuk subsidi langka. Kondisi ini sudah 2 tahun terakhir.

Jenis pupuk subsidi yang langka di katakan SP36, Ponska dan ZA.

“Dulu melalui PPL, kami disarankan bentuk kelompok tani, disusunlah RDKK dengan perjanjian kalau ada RDKK, permusim tanam petani dapat jatah 600 KG pupuk,” kata Derlun Sinaga, anggota kelompok tani Marsiurupan Kecamatan Parbuluan, Selasa (27/4/2021).

Namun hingga saat ini petani belum menerima jatah pupuk yang di janjikan.

Derlun Sinaga mengaku petani hanya menerima jatah pupuk 20 KG per musim tanam, itupun pengambilan harus menyerahkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

Karena kelangkaan ini, Ia berencana menyampaikan keluhan ke DPRD Kabupaten Dairi.

“Sudah di buat surat pemberitahuannya. Sebenarnya mau kita tunda dulu karena covid, tapi ini mendesak.” Kata Derlun Sinaga.

Di katakan ada 22 kelompok tani di Kecamatan Parbuluan, dengan rata-rata anggota 20 orang per kelompok.

Desa Parbuluan I merupakan salah satu desa penghasil sayur di Kabupaten Dairi.

“Perminggu itu dari Parbuluan aja bisa keluar kentang 100 Ton, sama juga kol, kalau cabe itu 1 malam tokeh-tokeh ngirim 10 ton per hari, saya jamin itu.” Kata Derlun Sinaga.

Kelangkaan pupuk subsidi ini berdampak kepada hasil produksi karena petani terpaksa beralih ke pupuk Non subsidi seperti BASF, mutiara 16, dan SS,

“Damapaknya kita gak berani nanam lahan luas-luas karena inikan pupuk-pupuk mahal.” Ujar Derlun Sinaga.

Kepala Pos Polisi Kecamatan Parbuluan, Polsek Sumbul membenarkan menerima tembusan surat pemberitahuan tentang aksi damai anggota kelompok tani dan masyarakat desa Parbuluan I.

“Suratnya ke Camat, tembusannya sama kita mas, Koramil sama BPD,” Kata Iptu Agus Santoso dari celularnya. (ts-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *