Petani Kembali Geruduk Kantor Bupati Dairi

DAIRI- Petani dari 3 desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara kembali berunjuk rasa ke kantor Bupati Dairi, Rabu 21 April 2021.

Para petani ini tergabung dalam Petani Marhaen, dari Desa Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan, Desa Pargambiran, dan Desa Perjuangan di Kecamatan Sumbul.

Dengan konvoi kendaraan, masa petani bergerak dari desa mereka dan tiba di kantor Bupati Dairi sekitar pukul 11.30 WIB.

“Kami mohon maaf untuk kedua kalinya kepada saudara kami yang beragama muslim, kami bukan gagah-gagahan tapi kami menuntut hak kami, jadi sekali lagi kami mohon maaf kepada saudara- saudara kami yang muslim,” kata Pangihutan Sijabat, ketua Petani Marhaen.

Masa yang berkumpul di depan kantor Bupati kemudian berorasi, diawali dengan Doa.

Mereka meminta Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menemui mereka.

Hingga pukul 13.00 WIB, Bupati Dairi belum juga menemui pengunjuk rasa.

Selain Petani Marhaen dari 3 Desa, aksi unjuk rasa juga melibatkan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumatera Utara, diketuai oleh Zulkifli Lumbangaol, dan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten  Dairi di ketuai Firman Lingga.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Bupati Dairi kemudian menerima 10 perwakilan dari petani.

Pertemuan di gelar tertutup, wartawan di larang masuk.

“Bupati mengatakan siap untuk mendukung masyarakat, walaupun secara resmi belum ada pegangan kami kepada masyarakat, tapi yang jelas Bupati telah berjanji, menyepakati usulan dari masyarakat, dan Bupati akan menindak lanjuti perkara tersebut sampai ke tingkat pusat,” kata Pangihutan Sijabat.

Mesi demikian pihaknya belum puas hanya sebatas itu dan akan terus mengawal kinerja Bupati sampai petani mendapat hasil.

Aksi para petani ini di kawal petugas TNI, kepolisian dan satpol PP berpakaian lengkap anti huru hara.

Masa yang berunjuk rasa akhirnya membubarkan diri setelah perwakilannya bertemu Bupati Dairi.

Anggota DPR RI, Junimart Girsang sempat menemui masa yang berunjuk rasa dan menerima aspirasi.

Sebelumnya pada Selasa, 20 April 2021 kemarin, para petani ini sudah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati,

Ada 5 tuntutan yang di ajukan pengunjuk rasa dan menyebutnya Pancatura Marhaen, isinya pertama Mendesak kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya segera menciutkan kawasan hutan, yang berada dalam wilayah administrasi desa Parbuluan VI.

Kedua, mendesak Bupati Dairi Edy Keleng Are Berutu dan wakil Bupati Dairi Jimmy Sihombing untuk mundur dari jabatannya karena tidak mampu dan tidak serta mempertahankan hak-hak petani.

Ketiga, mosi tidak percaya kepada DPRD Dairi karena adanya dugaan persekongkolan jahat dengan koperasi.

Keempat, copot Kapolres Dairi karena tidak memperhatikan anggotanya dalam menjalankan tugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat karena ketidak netralan dalam persoalan rakyat.

Kelima, meminta KPK supaya mengusut tuntas perizinan konsesi PT. Gruti diwilayah Parbuluan VI dan sekitarnya karena diduga telah melakukan persekongkolan jahat dengan pemerintah Kabupaten Dairi.(ts-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *