DAIRI – Dalam rangka mendukung program pemerintah kabupaten Dairi dalam mewujudkan pendidikan cerdas, sekaligus mendiskusikan strategi dan sistem pendidkan di Dairi, median Tigasisi.id bersama Dinas Pen didikan Kabupaten Dairi menyelenggarakan bincang- bincang bertemakan ‘Strategi Pemerintah Menjalankan Proses Belajar di Kabupaten Dairi Ditengah Pandemi Covid 19’, Kamis (22/10/2020) bertempat di Ofal Kafe.
Bincang-bincang ini menghadirkan nara sumber diantaranya Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Dairi Jonni Waslin Purba, Ketua DPC Partai Demokrat Markus Purba, Pengawas Dinas pendidikan Dairi, Linda Simbolon, Kepala Sekolah SMPN 2 Siempat Nempu Hulu, Hotmida Lubis, Tutor Kelas pintar Bartimoi Sinuraya , dan Putri Viazdarany, siswa SMPN 3 Sidikalang yang dimoderatori oleh Duat Sihombing.
Secara spesifik diskusi atau bincang-bincang ini membahas strategi dan sistem pendidikan di Dairi dalam mendorong Guru dan Siswa dan pelaku sektor pendidikan lebih kreatif dalam penyelengaraan kegiatan pendidikan di kabupaten Dairi terutama di masa Pandemi Covid 19 seperti saat ini.
Drs. Jonni Waslin Purba dalam paparannya mengatakan bahwa berdasarkan RPMJD Kabupaten Dairi tahun 2019-2024 dimana dalam misi kedua Pemerintahan Daerah adalah SDM yang unggul, dan salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan membuka Kelas Pintar.
Kadis Pendidikan mengharapkan para guru berkontribusi dengan penuh dedikasi dalam melatih peserta didik Kelas Pintar untuk menghadapi Kesempatan.
“Kepala Sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti bapak Bupati juga mengatakan agar membuat SK bagi para panitia, tim tutor, dan instruktur Kesempatan”, ujarnya.
Sementara itu, tutor yang juga sekretaris Kelas Pintar, Bartimeus Sinuraya, S.Pd.Ing menjelaskan Kesempataan merupakan salah satu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi yang beragam.
“Kita setuju dengan program pemerintah, karena kalau kita gak cerdas kita bakal tertinggal. Guru bukan satu-satunya sumber ilmu, tapi guru, adalah salah satu jalan. Oleh karena itu Guru juga harus melek teknologi, terutama pendidikan karakter”, katanya.
Tidak berbeda jauh dengan Bartimeus, Hotnida Lubis dan Linda Simbolon menyebut Pendidikan yang baik akan menhasilkan sumber daya manusia yang baik, sumber daya manusia yang baik akan dapat menghasilkan sumber daya alam yang baik dan sumber daya alam yang dikelola dengan baik akan menghasilkan kesejahteraaan masyarakat, kata Hotnida…
Sementara Dari segi kepengawasan, Linda Simbolon menegaskan bahwa belajar adalah kebutuhan yang akan melahirkan sumber daya manusi baik yang dapat membangun manusia yang belum dimanusiaka untuk mewujudkan masyarakat Dairi unggul.
Mewakili pelajar, Putri Viazdarany, siswa SMPN 3 Sidikalang menjelaskan berbagai kendala yang Ia hadapi selama belajar dirumah pasca pandem8 Covid 19 melanda. Putri yang juga juara umum disekolahnya ini menyebut bahwa kendala yang Ia hadapi terutama teman- temannya yang memiliki akses internet yang sulit karena faktor letak geografis tempat tinggalnya yang jauh dari kota.
” Selama belajar dari rumah (red:daring) saya sih tidak memiliki kendala berarti, namun teman-teman yang rumahnya jauh sering mengeluh jaringan internet yang lambat”, katanya.
Selain itu kata Putri, kondisi ekonomi yang terjadi akibat pandemi memaksa orangtua siswa untuk memutar otak untuk membekali putra-putrinya untuk memiliki android demi pemenuhan kebutuhan pembelajaran selama belajar dari rumah.
Putri yang saat ini duduk di kelas IX ini berharap pandemi Covid 18 segera berlalu agar cita-citanya berprestasi dan mengharumkan nama Dairi bisa tercapai.
“Saya berharap Covid 19 berlalu, agar saya dan teman- teman dapat mengejar cita-cita dengan maksimal sehingga dapat berprestasi dan dapat membawa nama baik Dairi diluar Dairi dan tidak lupa terutama kepada bapak bupati agar mendukung putra putri Dairi mampu menghasilkan anak didik terbaik” pungkas Putri.(dams)






