Tak Pulang-pulang, Seorang Pemancing Ditemukan tewas di Sungai Lau Renun – tigasisi

DAIRI – Mayat Seorang laki-laki tanpa busana yang diduga pemancing ditemukan oleh Warga Dusun Sumbul Karo, Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi. Laki-laki dewasa tanpa busana tersebut ditemukan tersangkut di pulau aliran sungai Lau Renun, Senin (20/4/2020) sore.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tigalingga, AKP SP Siringoringo dan personil lainnya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya melakukan evakuasi mayat dari sekitar sungai.

Informasi dihimpun, melalui Kapolsek Tiga lingga, AKP SP Siringgoringgo membenarkan informasi dari masyarakat tersebut.

Berdasarkan informasi dari keluarga korban, bahwa korban bernama, Jauntung Siringoringo (55) yang merupakan penduduk Dusun Barisan Gereja, Desa Bukit Baru, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi.

“Ya, informasinya Korban sebelumnya dikabarkan hanyut saat memancing di sungai Lau Renun pada, Sabtu (18/4/ 2020),” kata Siringoringo kepada TigaSisi, Senin (20/04/2020).

Berdasarkan informasi dari anak korban, Tony Siringoringo dan saksi-saksi, dijelaskan bahwa pada hari Sabtu malam dia bersama dengan bapaknya dan dua rekannya berangkat memancing di sungai Lau Renun, sekira pukul 21.00 WIB. Menurut anaknya saat itu mereka duduk sambil memancing ditengah aliran sungai yang ada pulau berupa tumpukan bebatuan .

Naas, sekira Pukul 01.00 WIB tiba-tiba turun hujan yang sangat deras yang meyebabkan air sungai meluap. Mereka pun menyelamatkan diri masing-masing dan tidak memperhatikan korban saat itu.

Dituturkan anaknya dan saksi-saksi bahwa kebiasaan korban tidak pernah takut walaupun aliran sungai yang deras dan sudah biasa memancing ikan malam hari di Sungai Lau Renun.

“Karena keesokan harinya korban belum kembali juga kerumah, sehingga anak korban bersama keluarga melakukan pencaharian. Namun. hari ini korban ditemukan sudah meninggal dunia,” jelas Siringoringo.

Jasad korban yang sudah dievakuasi selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di desanya. (AMS/FG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *