Sudah Turun ke Jakarta, Demo di Siantar Pria Bertato “1986” Turut Bersuara

Benget Simanjuntak dengan tatto tahun kelahirannya "1986"

tigasisinews.id, SIANTAR – Seorang pria bertato tulisan angka “1986” di dadanya, warga kota Pematangsiantar yang fotonya sempat viral di berbagai media sosial dan berita media online, karna membuka baju saat aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, pekan lalu.

Pria yang dikenal bernama Benget Simanjuntak, dengan panggilan Patihau (profesinya sebagai tukang pahat kayu) dan nama akun Tiktok nya @polreztanahlongsor rela pergi ke Jakarta dari Siantar untuk mengikuti seruan aksi di sana.

Polemik atas kebijakan pemerintah yang dinilai tak adil, membuat keresahan dan kekesalan bagi masyarakat saat ini. Berbagai wilayah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa atas ketidakadilan kebijakan itu.

Terkhusus di kota Pematang Siantar, berbagai elemen dan aliansi mahasiswa dengan masyarakat menggelar aksi di depan kantor DPRD Siantar, pada Senin (01/9/2025).

Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam empat gelombang atau kelompok memadati depan kantor wakil rakyat kota Siantar itu. Sejumlah tuntutan dan aspirasi disuarakan dalam orasi para pendemo.

Aksi demo itu berjalan dengan kondusif, walau terkadang situasi memanas atas perbuatan orang orang yang tidak bertanggungjawab di lokasi. Namun situasi itupun dapat segera diredam dengan cepat oleh pihak pengaman.

Segala tuntutan massa aksi, disepakati oleh DPRD Siantar dengan Pemerintah Kota Siantar. Ketua DPRD, Timbul Marganda dan Walikota, Wesly Silalahi bersama Forkopimda plus Siantar, menandatangani semua fakta integritas dari para massa aksi.

Selanjutnya, ketika seluruh kelompok massa aksi selesai mengutarakan tuntutannya. Seketika suasana kembali memanas saat pria bertato itu berdiri didepan gerbang dan meneriakkan ” apalagi tuntutan kalian (para pendemo) ?” lantangnya.

Massa yang mengetahui pria itu adalah sosok yang viral, kembali memadati depan gerbang DPRD dengan keamanan ketat dari personel Polres Siantar.

Ia mengaku dirinya datang sebagai kelompok masyarakat biasa yang ikut akan menyuarakan suara masyarakat lainya. Sambil membuka bajunya, ia berkeinginan agar masyarakat tidak berbenturan dengan pihak kepolisian.

Suasana saat itu pun kian memanas, saat kehadiran pria bertato. Keinginan para pendemo tiba-tiba meminta untuk dapat memasuki gedung kantor wakil rakyat mereka itu.

Keinginan itupun tidak direalisasikan oleh Kapolres Siantar dengan alasan untuk tetap menjaga kekondusifan, keamanan dan ketertiban di wilayah kota Pematang Siantar.

“Saya sudah ikut kemarin demo di Jakarta. maka itu, tujuan kita adalah para wakil kita yang duduk di bangku dewan sana. Bukan polisi yang menjadi kambing hitam bagi rakyat,” teriak Benget mengakhiri.

Suasana pun kian mereda saat hujan turun. Para massa aksi membubarkan diri dari lokasi karena cuaca alam yang tak mendukung.

Sebagai informasi, massa memberi tenggat waktu 3 × 24 Jam kepada DPRD Siantar, Walikota, dan Forkopimda plus untuk memenuhi fakta integritas.

Reporter : Hegi
Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *