Ratusan Massa Sortagiri dan Organisasi Pakpak Gelar Aksi Desak DPRD Sikapi Sengketa Batas Dairi-Pakpak Bharat

Massa saat mendatangi DPRD Pakpak Bharat. (ist)

tigasisinews.id, PAKPAK BHARAT – Ratusan massa melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Pakpak Bharat. Kamis, 20 November 2025.

Massa datang untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait persoalan tapal batas antara Dairi dan Pakpak Bharat di Desa Kuta Jungak.

Aksi yang terlaksana diawali titik kumpul di depan Gedung Serbaguna Salak. Peserta aksi yang datang terdiri dari Organisasi Sortagiri, (Padang, Berutu Dan Solin), Graha Suku Pakpak, Pemuda PB3I, Sulang Silima Kudadiri, Sulang Silima Capah.

Peserta aksi yang berkumpul selanjutnya mendatangi Gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada para wakil rakyat.

Di gedung dewan, massa yang hadir ditemui oleh Ketua DPRD Pakpak Bharat, Elson Angkat, Wakil Ketua Mansehat Manik dan juga Anggota DPRD lainnya, diantaranya Lukman Padang, Muji Burahman Manik, Marta Risky Br Berutu, Marido Padang, Selloh Cibro, Mawardi Tumangger, Serasi Padang, Beton Bancin, Darwis Boangmanalu.

Ketua DPRD Pakpak Bharat Elson Angkat mengatakan akan menerima apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

“Kami Pimpinan dan Anggota DPRD Pakpak Bharat hari ini yang hadir bersepakat. Memberikan masukan dan aspirasi bapak/ibu untuk kami sampaikan kepada Bupati Pakpak Bharat. Supaya aspirasi bapak/ibu kita perjuangkan bersama. Berdasarkan kesepakatan antara Pemkab Dairi dan Pakpak Bharat belum ada berubah peta yang sudah disepakati. Jadi sama-sama kita kawal bersama,” ujar Elson Angkat.

Kordinator Aksi Unjuk Rasa, Ahmad padang, yang juga selaku Ketua Sortagiri saat berorasi mengatakan bahwa telah lebih sebulan bergulir penghinaan suku Pakpak yang dilakukan oleh oknum berinisial HS, dan perihal tentang tapal batas antara Dairi dan Pakpak Bharat yang sudah diklaim menjadi wilayah Kabupaten Dairi, tepatnya di “BANU HARHAR” Desa Kuta Jungak, Kec. Siempat Rube, Kab. Pakpak Bharat sudah dijadikan menjadi wilayah Dairi, di Desa Parbuluan, Kec. Parbuluan, Kab. Dairi.

“Ini menjadikan issu yang liar terhadap Pinempar Sortagiri (Padang, Berutu, dan Solin) bahwa mengklaim wilayah Tanah Adat Sortagiri di “BANU HARHAR” Sangat menyakiti hati kami Pinempar Sortagiri,” Kata Ahmad Padang.

Dari kalangan Pemuda PB3I, dalam orasinya di depan Gedung DPRD Pakpak Bharat mengatakan bahwa persoalan tapal Batas Dairi dan Pakpak Bharat di Banu Harhar jangan dibuat asal mencaplok saja.

Sebagai pemuda, katanya mereka tidak akan tinggal diam. Mereka tidak mengizinkan sejengkal tanah pun bergeser dari tanah leluhur Nenek Moyang mereka.

Para Pemuda Sortagiri tidak ingin persoalan ini menjadi berlarut-larut.

“Saya mau bertanya kepada Wakil Rakyat kami, Apakah kami hanya tinggal diam ketika hak-hak leluhur kami diambil oleh orang lain, kami biarkan begitu saja?, Mohon Bapak Dewan yang terhormat yang hadir disini memberikan tanggapan dan jawaban yang bisa kami Pegang,” Ujar Jamalum Berutu.

Selanjutnya orasi Zulkarnaen Berutu mengungkapkan berawal dari kekeliruan Aparatur Pemerintah Kabupaten Dairi menunjuk lokasi pembentukan Yon TP 908 yang justru berada di wilayah administrasi Kab. Pakpak Bharat.

Dengan dasar Permendagri Nomor 28 Tahun 2019, Tentang Batas Daerah Kabupaten Dairi dengan Kab. Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

“Jelas bahwa Kab. Dairi secara sepihak telah mencaplok wilayah administrasi Kab. Pakpak Bharat. Tindakan ini benar-benar mengusik rasa keadilan masyarakat Pakpak Bharat atas tindakan kesewenang-wenangan Pemkab Dairi atas wilayah Pakpak Bharat,” Pinta Zulkarnaen Berutu.

Selanjutnya Orasi Pildo Juniper Sinamo, SH mengatakan Bahwa DPRD Pakpak Bharat tidak mempunyai nyali menegur Bupati Pakpak Bharat, dalam hal ini penegasan dalam tapal batas Pakpak Bharat dan Dairi.

“Sampai saat ini belum ada peryataan resmi apa tanggapan Pemkab Pakpak Bharat dan DPRD Pakpak Bharat terhadap pencaplokan wilayah Pakpak Bharat di Banu Harhar oleh Pemkab Dairi,” kata Juniper Sinamo.

Sejumlah elemen masyarakat dan tokoh turut hadir pada unjuk rasa di Gedung DPRD Pakpak Bharat. Ada Tokoh Sennang Berampu dari Dairi, Khairul Kudadiri, Tokoh Penggerak Padang ada Mahmud Padang, Pak Can Padang, Pemuda PB3i ada Vikram Berutu, Makmur Berutu, Aman Berutu, Jamalum Berutu, Darsono Berutu, Kancil Berutu, Tokoh Solin penggerak Ada Amir Solin, Tigan Solin, Rinto Solin, dan Pemuda Solin.

Reporter : RM
Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *