Proyek Gedung PUPR Siantar Sumbang Polusi Debu, Damkar Respon Kesehatan Warga, DPRD Sentil Dinas Terkait

Tim Libas Damkar Siantar saat melakukan penyiraman jalan yang berdebu di sekitar lokasi proyek Gedung Dinas PUPR. (Hegi)

tigasisinews.id, SIANTAR – Pengerjaan proyek pembangunan gedung kantor Dinas PUPR Kota Pematangsiantar di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat mengakibatkan polusi debu.

Akibatnya, warga mengeluhkan hal itu.

Pasalnya, warga setempat sangat resah dengan lingkungan yang berdebu akibat proses proyek berlangsung.

Aktivitas warga pun menjadi terganggu.

Untuk mengatasi polusi debu akibat dari pengerjaan proyek tersebut, warga pun terpaksa harus memanggil Tim Lihat Sumbat Gas (Libas) dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Siantar untuk melakukan penyiraman terhadap jalan yang berdebu dan tumpukan tanah yang berada di badan jalan tepat depan pengerjaan proyek.

Mendapat laporan dari warga, Tim Libas pun langsung bergegas menuju lokasi.

Tokoh pemuda masyarakat dari Gabungan Simpang Empat Sekitarnya (Gasimse), J. Turnip sangat berterimakasih untuk kontribusi yang baik terhadap keluhan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya kepada Damkar Siantar.

Kata Turnip, peristiwa jalan berdebu seperti ini telah terjadi sejak pengerjaan proyek kantor PUPR tersebut dimulai.

Tapi sejak itu hingga kini tak pernah sekalipun pihak proyek memperhatikan kondisi lingkungan sekitar yang terganggu dengan debu yang timbul dari pengerjaan proyeknya.

“Udah sejak awal pengerjaan proyek ini tak pernah disiram atau diperhatikan jalan yang berdebu gini,” ucap Turnip di lokasi sekitar proyek, Jumat (15/8/2025).

“Mereka hanya memikirkan untuk pengerjaan dapat selesai cepat, tanpa memikiri kondisi lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

Sehingga akhirnya para pemuda setempat berinisiatif mengambil langkah untuk bermohon kepada pihak Damkar Siantar yang berkantor di lingkungan sekitar proyek itu agar melakukan penyiraman.

Warga juga merasa kesehatan mereka terganggu akibat dari polusi debu yang timbul dari kegiatan proyek tersebut.

“Demi menjaga kesehatan warga setempat dan masyarakat Siantar lainnya yang datang ke kampung kami ini untuk bekerja atau mau bayar air, maka kami pemuda setempat meminta tolong kepada Damkar,” jelas Turnip.

Turnip juga mengungkapkan, selain memberi penyakit kepada masyarakat. Ternyata pengerjaan proyek itu tak berkontribusi baik bagi warga sekitar.

“Kami tak minta lain-lain, tapi kami minta untuk pengerjaan proyek pemko gini ya harus profesional lah. Masak pembangunan gedung pemerintah untuk yang baik bagi Kota Siantar, tapi tak baik bagi kesehatan warganya disini,” Tegas Turnip dengan wajah yang ketat.

Ia juga tak lupa mengapresiasi respon cepat Damkar Siantar dalam menanggapi keluhan masyarakat.

Pihak Damkar Siantar mengerahkan satu unit mobil Damkar untuk melakukan penyiraman di sepanjang Jalan Porsea, Jalan Pearaja dan Jalan Tarutung.

“Sudah tugas kami selalu siap dan sigap untuk membantu masyarakat,” ucap salah satu personel Damkar.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar, dari Fraksi PDI Perjuangan, Cindira saat dikonfirmasi di Gedung Harungguan DPRD Kota Siantar mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pengerjaan proyek pemerintah yang berlangsung saat ini di berbagai wilayah Kota Siantar.

“Akan kami tindaklanjuti, akan kami sampaikan ke Dinas PUPR supaya itu dibersihkan jalan di area proyek,” ucap Cindira saat ditemui di ruang Paripurna DPRD Kota Siantar.

Cindira juga mengimbau agar seluruh proyek lainnya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, agar memberi dampak positif bagi masyarakat. Bukan malah menghasilkan penyakit.

Harapannya pelaksanaan proyek agar dilaksanakan sesuai prosedur dan mekanisme yang seharusnya.

“Akan kami sampaikan juga supaya setiap proyek dijalankan itu harus selalu bersih dan nyaman untuk warga,” pungkas Politisi PDI Perjuangan itu.

Reporter : Hegi
Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *