PAKPAK BHARAT – Tiga organisasi masyarakat kepemudaan kabupaten Pakpak Bharat bersama dengan team relawan kandidat paslon FBT-MO lagi-lagi melakukan aksi kepedulianya terhadap pencegahan penyebaran dan pemutusan mata rantai Covid-19 di sekitaran kecamatan Salak, pada Sabtu (24/10/2020).
Menurut catatan, aksi peduli tersebut sudah merupakan gerakan aksi peduli pada pencegahan penyebaran dan pemutusan mata rantai Covid-19 yang kesekian kalinya hadir di tengah-tengah masyarakat.
Tiga organisasi kepemudaan dimaksud yakni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Pemuda Pancasila (PP) dan Pemuda Karya Nasional (PKN) bekerja sama dengan team relawan FBT-MO dalam aksi bentuk kepedulianya dengan melakukan aktifitas bersih-bersih dan penyemprotan desinfektan di sepanjang jalan protokol kota Salak sekitarnya dan sejumlah rumah ibadah Masjid maupun Gereja.
Aksi penyemprotan desinfektan dimaksud mengambil titik awal start dari dusun Sosor desa Boangmanalu dengan pembersihan dan penyemprotan rumah ibadah (Masjid) Sosor berahir hingga penyemprotan rumah ibadah Masjid Agung kota Salak.
Demikian dijelaskan kordinator aksi peduli ketua DPD AMPI Soma Ellion Banurea
didampingi wakil seketaris MPC PP Charles Tampubolon dan Lowis Saragih ketua DPC Pemuda Karya Nasional (PKN) saat dikonfirmasi wartawan Pirnas.com, lebih lanjut di jelaskan bahwa aksi tersebut di lakukan sebagai wujud kepedulian ke tiga organisasi yang bekerja sama dengan team relawan kandidat FBT-MO.
“Mudah-mudahan berkat do’a dan upaya kita bersama-sama dengan warga, semoga covid-19 yang mencengangkan dunia itu cepat punah dan berlalu khususnya di kabupaten Pakpak Bharat”, ujarnya berharap.
Di tempat terpisah beberapa warga dan pengurus rumah ibadah di kota Salak,
saat wartawan meminta tanggapanya mengatakan, terima kasihnya atas aksi kepedulian dalam gerakan bersih-bersih dan penyemprotan desinfektan di sejumlah rumah ibadah.
“Dengan langkah aksi sosial yang dilakukan ketiga ormas tersebut, setidaknya telah dapat menekan dalam meminimalkan perkembangan virus covid-19 tersebut”, ujar beberapa masyarakat dan pengurus rumah ibadah itu.(HM)






