tigasisinews.id, SIANTAR – Belakangan ini kebijakan Pemerintah Republik Indonesia (RI) tengah menjadi Isu hangat di tengah-tengah masyarakat.
Banyak kebijakan pemerintah saat ini yang menjadi sorotan publik.
Dimana kebijakan pemerintah saat ini dinilai banyak kalangan tidak pro rakyat.
Seperti halnya kenaikan tunjangan para Anggota DPR RI, kenaikan pajak, pemberian penghargaan oleh Presiden RI kepada para Menterinya.
Saat ini semua itu menuai kritik dari seluruh elemen masyarakat maupun mahasiswa.
Rakyat marah.
Melihat fakta realita di masyarakat, garis kemiskinan terus bertambah, upah buruh minim, PHK dimana-mana, biaya pendidikan yang tak berkeadilan, dan rakyat jauh dari kesejahteraan.
Lebih mirisnya lagi, para pejabat di republik ini selalu berpenampilan hedon dan tidak lagi menjadi representatif rakyat sesungguhnya.
Sikap para pejabat kita saat ini memicu aksi protes hampir di seluruh penjuru negeri ini.
Elemen mahasiswa dan masyarakat beberapa hari ini melakukan aksi protes.
Mereka melakukan aksi protes, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Aksi unjuk rasa itu dilakukan demi menyuarakan keresahan masyarakat atas kebijakan dan sikap para pejabat yang sudah tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam aksi yang mereka lakukan, tak sedikit mahasiswa dan masyarakat yang menjadi korban kekerasan aparat.
Maka itu, ISMEI (Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia) wilayah I, Aceh – Sumut mengecam keras segala tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepada masa aksi di berbagai daerah dalam menyampaikan aspirasi.
“Institusi yang harusnya menjadi representatif dan pengayom masyarakat kini sudah tak menjadi pelindung rakyat lagi. Kini sudah berubah dalam meja kekuasaan alat negara untuk melindungi wajah wajah pejabat negara,” Ucap Randa wijaya Kordinator ISMEI wilayah I, Aceh-Sumut, pada Jumat (29/8/2025).
Randa menuturkan, aparat yang dipersenjatai guna menjaga kedaulatan bangsa dan melindungi rakyat tidak lagi teguh dalam jiwa kemanusiaan.
“Fakta hingga hari ini banyak di titik aksi justru aparat melakukan tindakan represif kepada masa aksi bahkan sampai menelan korban,” tutur Randa.
Pernyataan sikap ISMEI wilayah I Aceh-Sumut, mengecam dan mengutuk segala tindakan kekerasan tersebut, karena itu telah melanggar aturan hukum yang berlaku.
Kemudian katanya, ISMEI juga meminta kepada Bapak Kapolri Republik Indonesia untuk menindak tegas anggota Brimob yang melakukan tindakan kekerasan kepada para demonstran.
“Kami menyerukan kepada seluruh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis di seluruh wilayah Aceh – Sumut untuk bersatu dengan rakyat merapatkan barisan, rebut kemenangan rakyat dan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya mengakhiri.
Reporter : Hegi
Editor : Red







