Dairi – Anggota DPR RI Komisi III Dr.Hinca Panjaitan, SH, MH, ACCS melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dairi pada Selasa (13/10/2020). Dalam agenda kunjungan ke Kabupaten Dairi, Anggota DPR RI Komisi III tersebut dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kecamatan Silahisabungan.
Sebelum mengunjungi Silalahi Hinca Panjaitan didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Dairi Matkus Purba, anggota DPRD Dairi Fraksi Partai Demokrat Wanseptember Situmorang SH, assisen II bidang perekonomian dan pembangunan Charles Bancin,
manager ILP-PLN Sidikalang, Dwiyanto Setiawan, dan Kapolres Dairi yang diwakili Kasat Intel Polres Dairi melakukan diskusi kecil sembari sarapan pagi di warung Makan Resep Mak Cik di Jalan Sulang silima no.15 Sidikalang.
Dalam diskusi kecil tersebut, Hinca Panjaitan mengutarakan keinginannya kepada Pihak PLN, Pemkab Dairi dan juga DPRD Dairi untuk bisa mewujudkan pembangunan sarana penerangan di sepanjang jalan menuju desa Silahisabungan termasuk juga di pintu masuk menuju Silalahi.
Hinca menjelaskan, sebagai bagian dari Geopark Kaldera Toba yakni Geo Site Silahi Sabungan, dan bagian dari 7 kawasan yang mengelilingi Danau Toba, daerah Silalahi menjadi bagian yang nyaris tidak pernah mendapat perhatian khusus.
“Sejak 2011 saya mengupayakan kawasan Danau Toba menjadi Geopark Kaldera Toba melalui Komunitas Ruma Hela di Simullop, Pangururan Kabupaten Samosir, dari yang gelap gulita menjadi terang benderang”, katanya.
Demikian halnya dengan kawasan Silahi Sabungan tepatnya Tao Silalahi tutur Hinca, juga harus mendapat sentuhan serius dari berbagai pihak.
“Ini kan negara kita bersama, jadi mari kita bangun bersama. Di persimpangan menuju desa Silahi Sabungan tidak ada petunjuk yang mengajak kita untuk mengunjungi Silalahi.Alangkah kecewanya leluhur kita, sudah diperjuangkan menjadi taman bumi dunia, namun tak ada orang Dairi yang memperdulikannya.Sangat disayangkan”, katanya.
“Jadi, mari kita buat jalan menuju Tao Silalahi menjadi terang benderang” tambah Hinca.
Politisi yang santun ini juga mempertanyakan apakah tidak mungkin Pemkab Dairi bersama PLN dan DPRD melakukan pembangunan sarana penerangan di sepanjang jalan menuju Tao Silalahi.
“Kami memberangkatkan Bupati dengan adat dan budaya dari Silalahi hingga menjadi bupati seperti saat ini.Lalu apakah tidak bisa Bupati, DPRD dan PLN melakukannya? Apa alasannya hingga tidak bisa kita lakukan? Ini kan negara kita bersama”, tanya Hinca.
“Tidak akan bangkrut PLN hanya untuk membangun itu.Demikian juga dengan Pemkab Dairi.Jadi mari kita hitung bersama berapa daya listrik, serta yitil lampubyang diperlukan.Masa disitu sumber listrik, tapi tetap gelap gulita?. Jadi mari lakukan saja apa yang bisa PLN lakukan termasuk juga pihak lain” kata Hinca.
“Jangan salahkan Jokowi tidak pernah datang ke Dairi, kenapa? Karena sesuai peraturan pasukan pengamanan presiden (red:Paspampres) jalan tersebut tidak layak dilalui Presiden. Bila ini sudah terwujud, barulah Presiden datang berkunjung ke Dairi dan itu target kita”, tutup Hinca.
Menanggapi hal tersebut, manager ILP-PLN Sidikalang, Dwiyanto Setiawan menjelaskan dirinya menyambut baik ide dan gagasan Hinca Panjaitan dan akan bekerjasama dengan Pemkab Dairi dan DPRD agar hal tersebut bisa terwujud.
“Jaringan listrik memang sudah ada disana, akan tetapi soal Penerangan Jalan Umum (PJU) itu sudah ada Peraturan tersendiri yang mengaturnya, dan hak kuatnya ada di pemerintah daerah.Namun apabila memang dibutuhkan tambahan daya, kami siap memasang trafo disana”, kata Dwiyanto Setiawan.
Tidak berbeda jauh dengan Dwiyanto Setiawan, asisten bidang perekonomian dan pembanguan Charles Bancin juga mendukung apa yang dikemukakan Hinca Panjaitan dan berharap hal tersebut akan segera bisa dianggarkan.
Demikian juga halnya dengan Wanseptember Situmorang yang juga mengapresiasi ide dan gagasan Hinca Panjaitan tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan rekan sejawatnya di DPRD agar segera merealisasikannya.
Demikian diskusi kecil yang dipimpin Oleh Hinca Panjaitan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Silahisabungan dan situs Aek Sipaulak Hosa, dimana akhirnya menuju Silahisabungan untul menikmati ikan bakar sebelum akhirnya meninggalkan tanah Dairi menuju Tanah Simalungun. (TGS)






