Bilik Sterilisasi Berbiaya Fantastis. Warga: Mubajir

DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, menempatkan bilik sterilisasi dengan menggunakan sistem ion plasma (Plasma Decontamination Station) di berbagai kantor instansi pemerintahan di Kabupaten Dairi.

Informasi yang dihimpun oleh Tim Tigasisi, biaya pengadaan bilik tersebut menelan biaya fantastis. Konon kabarnya biaya pengadaan menelan biaya Rp 1,4 miliar.

Bilik berbiaya fantastis itu merupakan kegiatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi bersama pihak ketiga, tapi apa dikata bilik berbiaya fantastis itu tidak dapat digunakan bahkan sudah dalam kondisi rusak.

Tim Media Tigasisi yang sengaja melakukan pemantauan di Puskesmas Tanjung Beringin, kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, Selasa (24/11/2020) menemukan bilik decontaminasi juga sudah terpasang. Namun beberapa warga yang ditemui mengaku tidak paham akan fungsi dan manfaat bilik tersebut.

“Kami gak tau apa manfaatnya pak, yang ada cuma suara hembusan angin”, keluh salah satu warga yang tidak bersedia disebut namanya.

Warga yang tidak mengetahui bilik yang menelan biaya 21 juta per unit itu menyebutkan bila hanya untuk buang-buang uang lebih baik dianggarkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat saja.

“Waduh, 21 juta hanya untuk hembusan angin saja?. Apa tidak ada keperluan lain yang lebih penting selain bilik yang tak jelas ini?mubazir gak ada manfaatnya”, keluh warga.

Bilik Pernah Rusak

Sementara itu kepala Puskesmas Tanjung Beringin, dr.Sri Damayanti Nababan menyebutkan Bilik dekontaminasi Puskesmas Tanjung Beringin didatangkan tanggal 28 Oktober 2020 lalu, namun dirinya mengaku tidak mengetahui siapa yang mengirimkan karena oada saat itu sedang berada diluar kantor.

“Yang anter kurang tau tapi saat serah terima yang menerima dari pihak kita adalah bagian aset”, katanya


Ditambahkan sebelumnya pihaknya hanya menerima jadwal pengiriman saja, lalu mensosialisasikan kepada warga yang datang ke puskesmas .

“Kami sosialisasikan untuk penggunaanya kepada umum. Sejak diantar, Kami baru pakai selama 6 hari sejak diantar, dan sempat mengalami kerusakan, dan menghubungi pihak yang saat itu mengantarkan untuk memperbaiki.

“Kami kurang paham kenapa bisa secepat itu rusak, mungkin karena listrik listrik di daerah kami yang sering padam mungkin ya?”, tanya dokter menutup pembicaraan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *