Baru Saja Direvitalisasi, Lapangan Horbo Siantar “Menangis”

Situasi persiapan acara Marpesta Qris di Lapangan Horbo Pematangsiantar, Kamis 14 Agustus 2025. (Hegi)

tigasisinews.id, SIANTAR – Lapangan Hijau Farel Pasaribu Kota Pematangsiantar baru saja selesai direvitalisasi pada tahun 2024 lalu, dengan tujuan guna meningkatkan kegiatan olahraga sepak bola di Kota Sampangambei Manoktok Hitei.

Namun kini, lapangan dengan rumput hijau itu “menangis” dikarenakan akan berlangsung nya acara bertajuk ” Marpesta Qiris”, serangkaian pekan Qiris Nasional dan pesta rakyat memperingati Hari Jadi ke- 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan itu pun akan berlangsung sejak 15-17 Agustus 2025 mendatang.

Pantauan awak media di Lapangan Hijau Farel Pasaribu atau yang biasa dikenal dengan Lapangan Horbo, Jalan Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar Marihat, pada Kamis (14/8/2025), para panitia acara terlihat sedang melakukan persiapan dengan mendirikan panggung megah dan tenda untuk para pelaku UMKM nantinya.

Acara Marpesta Qiris yang diselenggarakan oleh Pemerintah kota Siantar yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) itu tengah menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Warga kelurahan Sukamaju, bermarga Napitupulu mengatakan sangat menyesalkan akan dilaksanakannya kegiatan tersebut di Lapangan Horbo.

“Baru saja diperbaiki dengan anggaran miliaran lapangan ini, udah langsung dibuat acara konser disini. Waduh, bisa rusak rumput hijau ini,” cetus Napitupulu sembari memandang lokasi acara.

“Sayang kali anggaran itu, kalau toh untuk dirusak,” imbuhnya.

Kekesalan juga diungkapkan dari warga lain, mengaku bernama H. Nasution yang juga pencinta olahraga.

Ia menyebut tak layaknya acara yang akan mengundang artis ibu kota diselenggarakan di lapangan olahraga.

“Acara konser gini ya gak layak lah disini dibuat, ya pasti menangis lah rumput ini kalau diinjak-injak ribuan orang nantinya. Apalagi bakal datang artis katanya,” tutur Nasution.

Ada juga warga lain yang minta namanya dirahasiakan, berinisial JN, menyampaikan kegiatan acara Marpesta Qiris diduga salah satu alibi Pemko Pematangsiantar untuk menutupi keburukan dari proses revitalisasi Lapangan Farel Pasaribu.

Menurutnya, lapangan yang baru selesai direvitalisasi untuk kemajuan olahraga itu tidak efektif.

Sehingga ia berharap kepada pemerintah untuk tidak sembarang membuat kebijakan terhadap Lapangan Hijau Farel Pasaribu.

“Lapangan ini aja dibagusi kemarin belum bagus. Ini mau ditambah rusak lagi dengan acara konser. Jangan jangan untuk menutupi  kebobrokan pembangunan kemarin ini,” tegas JN.

“Pemerintah harus melihat sesuai kebutuhannya, bukan jadi suka-suka hati buat-buat acara di lapangan yang kemarin kita harapkan untuk perbaikannya,” tambahnya mengakhiri.

Sementara itu, warga lain seorang ibu bernama H. Sihotang menyampaikan rasa senangnya akan terselenggaranya nanti kegiatan pangan murah didalam acara Marpesta Qiris itu.

“Ada jual sembako murah nanti disini katanya. Ya sangat membantu lah bagi kami ibu-ibu ini,” tuturnya sembari tersenyum.

Terpisah, bagian Humas Bank Indonesia, Anto menginformasikan kegiatan ini yakni Pekan Qris Nasional yang diselenggarakan disetiap cabang B.I di seluruh Indonesia.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait penggunaan lapangan sepak bola, Anto mengatakan pihaknya akan menjaga dan tidak merusak lapangan selama kegiatan ini berlangsung.

“Dalam pemilihan tempat kegiatan, sudah dibahas bersama. Kenapa tidak di Lapangan Haji Adam Malik, karna ditakuti mengganggu kegiatan upacara hari kemerdekaan,” tutur Anto yang didampingi seksi acara, Philip Pranata.

Terkait tanggung jawab akan kerusakan lapangan, pihak B.I menyatakan siap bertanggungjawab bilamana nantinya ada kerusakan lapangan hijau itu setelah kegiatan acara selesai.

Reporter : Hegi
Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *