Banyak Keluhan Harga Jual Hasil Pertanian, Vickner – Wahyu Beri Solusi ke Warga

Pertemuan calon bupati dan calon wakil bupati Dairi dengan warga Tigalingga.(Foto/Iwan)
Pertemuan calon bupati dan calon wakil bupati Dairi dengan warga Tigalingga.(Foto/Iwan)

tigasisinews.id, DAIRI – Saat Kunjungan Calon Bupati Dairi Vickner Sinaga – Wahyu Sagala di Kecamatan Tigalingga dan Kecamatan Gunung Sitember, Pasangan itu menerima keluhan dari masyakat soal harga jual hasil pertanian selama ini yang tidak stabil.

Akibatnya, masyakat sering mengalami kerugian dan takut untuk menanam kembali karena khawatir akan harga jual yang rendah.

Atas keluhan warga itu, Vickner – Wahyu memberi solusi agar masyarakat kedepan tidak takut lagi ketika panen harga jual hasil pertanian anjlok. Diterangkan hasil panen para petani akan dibeli oleh pemerintah disaat harga jual di pasar rendah atau anjlok.

“Kepada warga kita, kedepan jangan takut lagi soal harga jual, pemerintah akan menjaminnya. Jadi petani fokus saja menanam dengan baik, soal harga jual itu tugas pemerintah. Saat harga anjlok ada pemerintah yang akan membeli hasil panen warga, jadi petani kita kedepan tak perlu khawatir lagi”, jelas Vickner kepada warga saat pertemuan di Tigalingga, Selasa (22/10/2024).

Selain itu, untuk membantu petani akan kebutuhan pupuk maka pengawasan penyaluran pupuk subsidi akan di awasi dengan ketat, sehingga tepat sasaran.

“Penyaluran pupuk subsidi itu harus tepat sasaran. Nanti kita awasi sebaik mungkin agar tidak di salah gunakan”, ungkapnya.

Tak hanya itu, salah satu solusi untuk petani juga pernah di singgung Vickner Sinaga dalam beberapa pertemuan sebelumnya, saat itu dikatakan salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu dengan mendatangkan para peneliti atau orang – orang yang ahli di bidang pertanian agar mencari solusi yang tepat untuk membatu para petani di Kabupaten Dairi.

“Selain pupuk subsidi, kita harus pikirkan cara lain agar bisa membantu petani, kita bisa datangkan para ahli yang paham soal pertanian. Misalnya ada solusi melalui pupuk organik. Artinya kita jangan selalu berpatokan kepada pupuk subsidi, namun pemerintah juga harus cari solusi yang bertujuan untuk membantu petani”, jelasnya.

Dalam beberapa pertemuan di Kecamatan Tigalingga, Tanah Pinem dan Gunung Sitember, petani kerab mengeluhkan harga jual jagung yang tidak stabil, sementara biaya untuk menanam mulai dari bibit dan pestisida cukup tinggi biayanya.

Untuk itu petani berharap ada solusi Dari pemerintah, terutama jaminan harga jual. Jika pemerintah kedepan di bawah kepemimpinan Vickner – Wahyu memang bisa menjamin harga jual khususnya jagung, maka petani sudah dapat fokus saja menanam dan tidak takut lagi mengalami kerugian saat panen tiba.

Reporter: Iwan
Editor: Rud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *